facebook

Ilmuwan Menduga Ada 2 Jenis Virus Influenza yang Punah karena Pandemi Covid-19

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Ilmuwan Menduga Ada 2 Jenis Virus Influenza yang Punah karena Pandemi Covid-19
Ilustrasi virus influenza (Shutterstock)

Jenis virus flu yang mana saja?

Suara.com - Sebuah laporan mengatakan bahwa beberapa jenis virus flu atau influenza kemungkinan sudah punah karena penularan penyakit flu selama pandemi virus corona Covid-19 sangat sedikit.

Selama pandemi terjadi, kasus flu turun ke titik terendah dalam sejarah. Menurut para ahli, fenomena ini disebabkan oleh pemakaian masker dan tindakan pencegahan lainnya.

Menariknya, para ahli memerhatikan dua jenis virus flu belum muncul dalam radar selama setahun. Artinya, tidak ada kasus dari dua jenis virus flu tersebut di seluruh dunia.

Para ahli belum mengetahui apakah jenis flu ini sudah punah, tetapi jika demikian, pemerintah dapat lebih mudah dalam memberikan jenis vaksin virus flu musiman, lapor Live Science.

Baca Juga: Kabar Baik, Vaksin Influenza Semprot Hidung Menunjukkan Hasil Menjanjikan

Dua jenis virus yang diduga sudah punah

Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)
Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)

Untuk menjelaskan virus flu mana yang mungkin telah punah, ada baiknya untuk memahami bagaimana virus flu diklasifikasikan. Dua keluarga virus flu yang menyebabkan infeksi musiman adalah influenza A dan influenza B.

Virus influenza A dibagi menjadi "subtipe" berdasarkan dua protein pada permukaannya yang dikenal sebagai hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N). Masing-masing subtipe ini selanjutnya dibagi lagi menjadi "clade". Saat ini, subtipe H1N1 dan H3N2 berbedar di antara manusia.

Virus influenza B, di sisi lain, tidak memiliki subtipe atau dibagi menjadi dua garis keturunan yang dikenal sebagai yang dikenal sebagai B/Yamagata dan B/Victoria.

Satu clade H3N2, yang dikenal sebagai 3c3.A, belum terdeteksi sejak Maret 2020. Hal yang sama berlaku untuk garis keturunan B/Yamagata.

Baca Juga: Jangan Tertukar, Selesma dan Influenza Punya Gejala Berbeda Loh!

"Saya pikir ada peluang bahwa virus-virus itu hilang. Tapi dunia adalah tempat yang besar," ujar Trevor Bedford, ahli biologi komputasi di Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson di Seattle.

Ahli virus di Icahn School of Medicine Mount Sinai di New York, Florian Krammer, berbagi pemikiran yang sama tentang garis keturunan B/Yamagata.

"Hanya karena tidak ada yang melihatnya tidak berarti itu telah hilang sepenuhnya, kan? Tapi itu bisa menghilang," pungkas Krammer.

Sementara itu, direktur Pusat Kolaborasi Organisasi Kesehatan Dunia untuk Studi Ekologi Influenza pada Hewan dan Burung, Richard Webby, memperingatkan bahwa jenis virus ini mungkin masih menyebar.

Tetapi penurunan dramatis dalam kasus flu tahun ini kemungkinan akan membawa beberapa perubahan untuk kasus flu.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar