Waspada, Keyboard Komputer Bisa Lebih Banyak Mengandung Bakteri daripada Dudukan Toilet!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 06 Juni 2021 | 08:17 WIB
Waspada, Keyboard Komputer Bisa Lebih Banyak Mengandung Bakteri daripada Dudukan Toilet!
Ilustrasi keyboard komputer (Shutterstock)

Suara.com - Umumnya, orang lebih memerhatikan kebersihan area kamar mandi daripada ruang kerjanya sendiri, terutama pada keyboard yang sering mereka pakai untuk bekerja.

Penelitian dari Swinburne University of Technology, Australia, menemukan bahwa keyboard komputer dapat mengandung bakteri yang tinggi, terlebih jika komputer tersebut berbagi dengan orang lain.

Studi yang dilakukan peneliti Universitas Arizona juga menunjukkan bahwa rata-rata dekstop memiliki bakteri 400 kali lebih banyak daripada rata-rata dudukan toilet.

Selain itu, studi juga membuktikan bahwa meja kerja wanita cenderung lebih banyak mengandung bakteri daripada meja milik pekerja pria.

Penelitian dari Arizona ini mengambil sampel dari kantor di seluruh Amerika Serikat, dilansir center4research.org.

Ilustrasi keyboard wireless. [Shutterstock]
Ilustrasi keyboard  [Shutterstock]

Ada juga penelitian lainnya dari Chicago's Northwestern Memorial Hospital bahwa dua jenis bakteri yang resisten terhadap obat, yakni Vancomycin-resistant Enterococcus faecium (VRE) dan methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA), dapat bertahan higga 24 jam di keyborad.

Sementara bakteri lain yang umum tetapi kurang mematikan, Pseudomonas aeruginosa, dapat bertahan selama satu jam.

Bagaimana bakteri masuk ke keyboard komputer?

Sebagian besar bakteri yang ditemukan oleh para peneliti adalah jenis yang cenderung hidup pada manusia, biasanya di kulit, mulut, dan saluran hidung. Jadi, kemungkinan besar bakteri tersebut berasal dari tangan kita.

Meskipun banyak dari bakteri ini tidak akan menyakiti tubuh kecuali jika sistem kekebalan kita lemah karena menderita penyakit lain, bakteri masih dapat menginfeksi dari luka kecil di jari.

Tindakan pencegahan yang baik adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan komputer, telepon, atau peralatan lain yang digunakan bersama, serta mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Makan di depan komputer juga lebih baik dihindari, terutama jika berbagi dengan orang lain.

Saat kita makan dan mengetik, ada kemungkinan besar kita memindahkan bakteri dari mulut ke keyboard. Belum lagi, remah-remah yang bisa masuk ke sela-sela keyboard.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bakteri Penyebab Keracunan Makanan Ini Bisa Menular Saat Aktivitas Seksual

Bakteri Penyebab Keracunan Makanan Ini Bisa Menular Saat Aktivitas Seksual

Health | Senin, 24 Mei 2021 | 20:23 WIB

Kematian Raditya Oloan: Ini Penyakit akibat Bakteri Acinetobacter Baumannii

Kematian Raditya Oloan: Ini Penyakit akibat Bakteri Acinetobacter Baumannii

Health | Jum'at, 07 Mei 2021 | 13:27 WIB

Raditya Oloan Meninggal Dunia karena Bakteri Acinetobacter Baumanii

Raditya Oloan Meninggal Dunia karena Bakteri Acinetobacter Baumanii

Video | Jum'at, 07 Mei 2021 | 11:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB