Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menanggapi rencana pembukaan sekolah tatap muka awal Juli nanti. Apa katanya? Di sisi lain, vagina dapat mengalami perubahan pasca-melahirkan. Apa saja perubahan yang terjadi?
Berita mengenai KPAI dan perubahan vagina setelah melahirkan masuk dalam daftar berita kanal Health paling populer di Suara.com edisi Minggu, 6 Juni 2021 berikut ini.
1. Rencana Sekolah Dibuka Juli, KPAI Minta Daerah Tidak Bohong Soal Data Covid-19

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menanggapi rencana sekolah tatap muka pada bulan Juli mendatang. Dalam hal ini, KPAI meminta data Covid-19 tiap daerah dijadikan rujukan aturan pembukaan sekolah.
Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, pemerintah daerah harus jujur dalam menginformasikan data penularan Covid-19. Sebab, kondisi perkembangan corona harus menjadi pertimbangan utama sebelum membuka sekolah.
2. Jangan Panik, Berikut Lima Perubahan Umum di Vagina Usai Melahirkan
![Ilustrasi vagina, organ intim perempuan. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2016/09/16/o_1asoragh91i7i1r5r16ap16p61bqda.jpg)
Usai melahirkan, perempuan mengalami berbagai perubahan pada vagina mereka. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisik maupun hormonal.
Melansir dari Healthshots, menurut Dr Madhuri Burande Laha, konsultan dokter kandungan dan ginekolog, Motherhood Hospital, Kharadi menyatakan bahwa vagina bisa menahan tekanan.
3. Ahli: Vaksin Covid-19 Akan Kurang Manjur pada Penderita Gangguan Kekebalan

Orang yang menderita immunocompromised atau yang mengalami gangguan kekebalan diimbau untuk berhati-hati agar tidak terpapar virus corona Covid-19, bahkan ketika mereka sudah divaksin.
"Jika Anda memiliki kondisi atau sedang mengonsumsi obat yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, Anda mungkin tidak terlindungi sepenuhnya, bahkan jika Anda telah divaksinasi sepenuhnya," tulis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
4. Kencing Habis Seks Tetap Bikin Hamil, Seberapa Lama Sperma Bisa Bertahan?

Banyak orang yang beranggapan bahwa buang air kecil usai berhubungan seksual bisa menghindari kehamilan. Padahal sperma bisa bertahan lebih lama di dalam vagina.
Melansir dari Healthshots, menurut Dr Ila Gupta, konsultan senior spesialis IVF dan direktur klinis Klinik Kesuburan di Delhi menyaakan bahwa sperma dapat bertahan hidup di luar tubuh selama 20-30 menit.
5. Manfaat Diet Keto pada Pria Obesitas, Tingkatkan Kadar Testosteron

Pria yang kelebihan berat badan dan memiliki kadar testosteron rendah dapat mendapatkan manfaat dari diet ketogenik. Hal ini dinyatakan dalam penelitian yang dipresentasikan pada Kongres Endokrinologi Eropa.
Melansir dari Everyday Health, peserta yang melakukan diet keto menurunkan sejumlah besar berat badan, membantu mengekang persentase lemak tubuh mereka, dan meningkatkan kadar testosteron mereka.