Ahli: Vaksin Covid-19 Akan Kurang Manjur pada Penderita Gangguan Kekebalan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 06 Juni 2021 | 14:30 WIB
Ahli: Vaksin Covid-19 Akan Kurang Manjur pada Penderita Gangguan Kekebalan
Penampakan virus corona baru (COVID-19), credit: NIAID-RML

Suara.com - Orang yang menderita immunocompromised atau yang mengalami gangguan kekebalan diimbau untuk berhati-hati agar tidak terpapar virus corona Covid-19, bahkan ketika mereka sudah divaksin.

"Jika Anda memiliki kondisi atau sedang mengonsumsi obat yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, Anda mungkin tidak terlindungi sepenuhnya, bahkan jika Anda telah divaksinasi sepenuhnya," tulis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

CDC menambahkan bahwa orang-orang dengan kekebalan tubuh bermasalah ini perlu melakukan semua tindakan pencegahan, lapor Health.

Apa itu orang mengalami immunocompromised?

National Cancer Institute (NCI) menjelaskan bahwa orang yang mengalami gangguan kekebalan memiliki sistem kekebalan yang lemah. Artinya, tubuh mereka tidak mampu melawan infeksi dan penyakit.

Ilustrasi Vaksin Gotong Royong. (Dok: Mayora Group)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Dok: Mayora Group)

Ada beberapa kondisi kesehatan dan penyakit yang dapat menyebabkan seseorang menjadi immunocompromised, seperti AIDS, kanker, diabetes, malnutrisi, dan kelainan genetik tertentu.

Beberapa perawatan seperti obat antikanker, terapi radiasi, transplantasi sel induk atau organ juga termasuk dalam kategori pasien immunocompromised.

Ahli penyakit menular dan profesor kedokteran di University at Buffalo/SUNY, John Sellick, Jr., DO. mengatakan secara umum orang yang mengalami gangguan kekebalan mungkin tidak menganggapi vaksin seperti orang yang sehat.

Penelitian juga menemukan Covid-19 bisa lebih parah pada orang yang kekebalannya terganggu. Bahkan, bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh mereka, karena sistem kekebalannya menghasilkan respons yang lebih lemah.

Meski begitu, tidak ada banyak penelitian tentang seberapa banyak perlindungan yang akan diberikan vaksin Covid-19 kepada orang-orang yang kekebalannya terganggu.

"Kami masih mulai belajar tentang respon imun yang dihasilkan oleh pasien gangguan kekebalan setelah vaksinasi Covid," jelas Prathit Kulkarni, MD, asisten profesor kedokteran penyakit menular di Baylor College of Medicine,

"Dalam beberapa kasus, ada kemungkinan pasien yang mengalami gangguan kekebalan mungkin tidak menghasilkan respon kekebalan yang kuat. Akibatnya, mereka kemungkinan tetap rentan tertular virus corona," lanjutnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terpopuler Kesehatan: Alat Tes Antibodi Vaksin Covid hingga Cara Redakan Nyeri Tanpa Obat

Terpopuler Kesehatan: Alat Tes Antibodi Vaksin Covid hingga Cara Redakan Nyeri Tanpa Obat

Health | Minggu, 06 Juni 2021 | 12:05 WIB

Peneliti Bikin Alat Tes Antibodi Vaksin Covid-19, Hasilnya Keluar Kurang dari 5 Menit

Peneliti Bikin Alat Tes Antibodi Vaksin Covid-19, Hasilnya Keluar Kurang dari 5 Menit

Health | Minggu, 06 Juni 2021 | 11:03 WIB

Ahli Menjelaskan Mengapa Sulit Menghubungkan Miokarditis dengan Vaksin Covid-19

Ahli Menjelaskan Mengapa Sulit Menghubungkan Miokarditis dengan Vaksin Covid-19

Health | Minggu, 06 Juni 2021 | 09:48 WIB

Terkini

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB