Kritik Negara Kaya Lagi, WHO: Vaksin Covid-19 Untuk Anak-Anak Bukan Prioritas

Senin, 07 Juni 2021 | 11:50 WIB
Kritik Negara Kaya Lagi, WHO: Vaksin Covid-19 Untuk Anak-Anak Bukan Prioritas
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa pemberian vaksin Covid-19 untuk anak-anak bukan prioritas tinggi. Sebab pasokan dosis vaksin untuk dunia masih sangat terbatas.

Pakar vaksin WHO Dr. Kate O'Brien mengatakan anak-anak tidak boleh menjadi fokus program imunisasi Covid-19, apalagi semakin banyak negara kaya mengizinkan suntikan virus corona untuk remaja dan anak-anak.

"Anak-anak berada pada risiko yang sangat rendah untuk benar-benar terkena penyakit Covid," kata O'Brien, seorang dokter anak dan direktur departemen vaksin WHO. 

Dia mengatakan bahwa alasan untuk mengimunisasi anak-anak sebenarnya untuk menghentikan penularan daripada melindungi mereka dari sakit atau kematian.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

"Ketika kita berada di tempat yang sangat sulit ini, seperti saat ini, di mana pasokan vaksin tidak mencukupi untuk semua orang di seluruh dunia, imunisasi anak-anak bukanlah prioritas utama saat ini," imbuhnya.

Menurut O'Brien, lebih penting untuk memastikan petugas kesehatan dan orang tua diseluruh dunia disuntik vaksin lebih dulu sebelum remaja dan anak-anak. 

Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi upaya Kanada, Amerika Serikat, dan Uni Eropa yang telah memberikan lampu hijau untuk beberapa vaksin Covid-19 untuk anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun saat mereka mendekati target vaksinasi mereka untuk orang dewasa.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mendesak negara-negara kaya untuk menyumbangkan stok vaksin ke negara-negara miskin daripada mengimunisasi remaja dan anak-anak mereka. Kurang dari 1 persen vaksin Covid-19 yang diberikan secara global telah digunakan di negara-negara miskin.

O'Brien mengatakan mungkin tepat untuk mengimunisasi anak-anak terhadap virus corona jika telah tepat waktunya, yakni ketika pasokan meningkat jauh lebih banyak. Dia menambahkan bahwa tidak perlu memvaksinasi anak-anak sebelum mengirim mereka kembali ke sekolah, selama orang dewasa yang kontak dengan mereka telah diimunisasi.

Baca Juga: Heboh! Lansia Kembali Pulang ke Rumah Usai Dua Pekan Dimakamkan

"Imunisasi anak-anak untuk mengirim mereka kembali ke sekolah bukanlah persyaratan utama bagi mereka untuk kembali ke sekolah dengan selamat. Mereka bisa kembali ke sekolah dengan selamat jika yang kita lakukan adalah mengimunisasi orang-orang di sekitar mereka yang berisiko," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI