Muncul Sensasi Tidak Nyaman dan Sering Mengejan Saat BAB, Awas Gejala Kanker Usus

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 07 Juni 2021 | 17:15 WIB
Muncul Sensasi Tidak Nyaman dan Sering Mengejan Saat BAB, Awas Gejala Kanker Usus
Ilustrasi buang air besar (BAB). (Shutterstock)

Suara.com - Banyak orang mungkin hanya menganggap bahwa munculnya sensasi atau rasa tidak nyaman saat buang air besar adalah suatu yang biasa dan bisa sembuh sendiri.

Tapi hati-hati, kondisi tersebut bisa jadi Anda merupakan tanda bahwa ada kanker usus yang tengah tumbuh. Jika merasa perlu mengejan, hal itu juga bisa jadi gejala yang dialami.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Dilansir dari Express UK, merasa seolah-olah belum sepenuhnya mengosongkan isi perut, bahkan setelah buang air besar, juga bisa jadi salah satu tanda kanker usus, menurut Cancer Research UK.

Bisa jadi tumor yang tumbuh menyebabkan perasaan tegang di toilet ini.Tanda lain dari kanker usus – baik pada pria maupun wanita – adalah pendarahan dari rektum. Artinya orang tersebut akan melihat darah saat menyeka bagian belakang.

Darah dalam tinja juga bisa menjadi tanda yang jelas, seperti juga perubahan kebiasaan buang air besar yang normal.

Ini bisa termasuk buang air besar lebih sering, mengalami diare atau sembelit atau bergantian di antara keduanya.

Benjolan kanker di usus mungkin dirasakan oleh dokter yang menyelipkan jari bersarung ke dalam anus.

Cara lain untuk merasakan benjolan adalah di perut, lebih sering ditemukan di sisi kanan.

Gejala lain dari kanker usus meliputi: kehilangan berat badan, nyeri di perut atau bagian belakang, kelelahan dan sesak napas.

Jika melihat salah satu dari gejala-gejala ini, Cancer Research UK mendesak Anda untuk membuat janji dengan dokter umum.

Ini mungkin bukan kanker, tapi bisa jadi sejumlah kondisi kesehatan lainnya, tetapi yang terbaik adalah memeriksakannya.

Lalu, sebenarnya siapa yang lebih berisiko terkena kanker usus?

Orang yang demar makan daging olahan dan daging merah telah terbukti meningkatkan risiko kanker usus.

Selain itu, diet yang kurang serat bisa lebih berisiko daripada makan daging olahan dan daging merah

Makan terlalu sedikit serat menyebabkan sekitar 30 dari 100 kasus kanker usus, sedangkan makan daging merah diperkirakan menyebabkan 13 dari 100 kasus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buang Air Besar Seperti Ini, Waspadai Gejala Diabetes Tipe 2

Buang Air Besar Seperti Ini, Waspadai Gejala Diabetes Tipe 2

Health | Jum'at, 04 Juni 2021 | 18:10 WIB

4 Penyakit yang Bisa Muncul Jika Sering Nahan BAB, Ngeri Deh!

4 Penyakit yang Bisa Muncul Jika Sering Nahan BAB, Ngeri Deh!

Your Say | Kamis, 03 Juni 2021 | 19:32 WIB

Nycta Gina Cemas Anaknya Seminggu Susah BAB, Reaksi Uta Saat Dinasihati Bikin Gemas

Nycta Gina Cemas Anaknya Seminggu Susah BAB, Reaksi Uta Saat Dinasihati Bikin Gemas

Entertainment | Kamis, 27 Mei 2021 | 18:46 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB