Diet Pescatarian Menurunkan Risiko Terkena Covid-19 Sedang hingga Parah!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 08 Juni 2021 | 12:20 WIB
Diet Pescatarian Menurunkan Risiko Terkena Covid-19 Sedang hingga Parah!
Ilustrasi ikan (Pixabay Public Domain Pictures)

Suara.com - Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa pola makan nabati dan diet pescatarian (pola makan vegetarian namun masih mengonsumi ikan dan seafood), dapat menurunkan risiko Covid-19 sedang hingga parah.

Dalam studi ini, peneliti menggunakan survei tanggapan dari 2884 dokter dan perawat yang memiliki tingkat paparan terhadap SARS-CoV-2 tinggi. Mereka semua tersebar di enam negara, yakni Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, Inggris, dan Amerika Serikat.

Semua peserta adalah bagian dari jaringan global profesional perawatan kesehatan yang terdaftar di jaringan Survey healthcare Globus. Peneliti menggunakan jaringan ini untuk mengidentifikasi dokter yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona.

Survei dilakukan secara online antara Juli hingga September 2020. Informasi yang dikumpulkan adalah tentang latar belakang pribadi, riwayat kesehatan, penggunaan obat-obatan, dan gaya hidup.

Peneliti pun mengelompokkan pola makan berdasarkan diet nabati (yang banyak mengonsumsi sayuran, kacang-kacangan, dan hanya sedikit memakan daging putih, daging merah serta makanan olahan), diet pescatarian, dan diet rendah karbohidrat tinggi protein.

Ilustrasi sayuran brokoli. [Shutterstock]
Ilustrasi sayuran brokoli. [Shutterstock]

Di antara 568 kasus, 138 dokter mengatakan mereka memiliki infeksi Covid-19 sedang hingga berat dan 430 sisanya mengatakan mereka memiliki gejala sangat ringan hingga ringan.

Dala studi ini, peneliti juga memperhitungkan beberapa variabel yang berpotensi berpengaruh, seperti usia, etnis, spesialisai medis, dan gaya hidup.

Hasilnya, dilansir Erukalert, tenaga medis yang sering mengonsumsi sayuran dan menerapkan pola makan pescatarian mengalami penurunan risiko Covid-19 sedang hingga parah sebesar 73 persen dan 59 persen.

Sementara mereka yang menerapkan pola makan rendah karbohidrat tinggi protein hampir empat kali lipat berisiko terkena Covid-19 sedang hingga parah.

Penelitian termasuk observasional, sehingga tidak dapat menentukan penyebabnya, hanya membuktikan sebuah hubungan.

Namun, peneliti berteori bahwa fenomena ini terjadi karena pola makan sayuran kaya akan nutrisi, terutama fitokimia (polifenol, karotenoid), vitamin dan mineral, yang penting untuk sistem kekebalan tubuh.

Ikan juga merupakan sumber penting vitamin D dan asam lemak omega-3, yang keduanya memiliiki sifat anti-inflamasi atau anti-peradangan.

Studi ini telah diterbitkan dalam jurnal online BMJ Nutrition Preventation & Health.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dijalani Anak Kim Kardashian, Ini Kekurangan Diet Pescatarian

Dijalani Anak Kim Kardashian, Ini Kekurangan Diet Pescatarian

Health | Senin, 10 Februari 2020 | 09:08 WIB

Satu Anak Kim Kardashian Lakukan Diet Pescatarian, Apakah Ada Manfaatnya?

Satu Anak Kim Kardashian Lakukan Diet Pescatarian, Apakah Ada Manfaatnya?

Health | Minggu, 09 Februari 2020 | 18:27 WIB

Wow, Anak Kim Kardashian Diet Pescatarian Sejak Dini

Wow, Anak Kim Kardashian Diet Pescatarian Sejak Dini

Lifestyle | Jum'at, 07 Februari 2020 | 12:23 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB