Temuan Baru, Gas Tertawa Dapat Mengobati Gejala Depresi, Kok Bisa?

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Kamis, 10 Juni 2021 | 16:13 WIB
Temuan Baru, Gas Tertawa Dapat Mengobati Gejala Depresi, Kok Bisa?
Ilustrasi lelaki tertawa (Shutterstock)

Suara.com - Gas tertawa atau dinitrogen oksida dapat menimbulkan perasaan euforia, dan sudah digunakan dalam dunia medis untuk membuat pasien nyaman atau rileks saat menjalani tindakan medis.

Kini peneliti menemukan bahwa senyawa kimia ini dapat meredakan depresi pada pasien yang resisten terhadap pengobatan lain.

Peneliti menemukan, peserta dalam uji klinis yang menderita depresi tahap awal mengalami gejala yang lebih ringan setelah dua minggu menghirup campuran gas tertawa dan oksigen selama satu jam, lapor Live Science.

Selain itu, studi ini juga menunjukkan bahwa gas tawa tidak menimbulkan efek apa pun pada peserta studi apabila diberikan dalam jumlah sedang.

"Ketika menerima 25 persen dinitrogen oksida, tidak ada yang mengalami mual. Dan dosis yang lebih rendah itu sama efektifnya dengan dosis yang lebih tinggi untuk menghilangkan depresi," ujar penulis senior Charles R. Conway, profesor psikiatri di Universitas Washington di St. Louis.

Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi tertawa. (Sumber: Shutterstock)

Setelah perawatan, 55 persen peserta yang menyelesaikan studi mengalami peningkatan secara statistik, setidaknya setengah dari gejala depresi mereka, dan 40 persen mengalami remisi jangka pendek.

Selesai penelitian, 85 persen dari peserta yang menyelesaikan studi mengalami kondisi yang lebih baik. Depresi mereka berpindah dari satu kategori ke kategori lainnya, seperti dari depresi berat ke sedang

"Peningkatan pesat pada banyak pasien seperti itu dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dinitrogen oksida dapat membantu orang yang didiagnosis depresi parah dan resisten (terhadap obat)," sambungnya.

Para pasien dalam penelitian ini telah mencoba rata-rata 4,5 antidepresan yang berbeda dan mengalami depresi rata-rata selama 17,5 tahun.

Selama ini, ada pengobatan alternatif bagi penderita depresi berat yang resisten terhadap pengobatan. Pengobatannya termasuk stimulasi otak dalam dan stimulasi saraf vagal.

"Kami tentu membutuhkan lebih banyak, dan yang lebih mudah diakses untuk kondisi ini. Perawatan apa pun yang menjanjikan untuk mengatasi masalah ini tentu patut diperhatikan," ujar Timothy Sullivan, ketua psikiatri dan ilmu perilaku di Staten Island University Hospital di New York City, yang tidak terlibat dalam studi baru ini.

Sebagai langkah selanjutnya, para peneliti ingin mempelajari gas tertawa, esketamin, dan plasebo dalam uji coba multisenter yang lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Askara Divonis 9 Bulan Penjara, Nindy Ayunda Tertawa Ingatkan Biaya Anak

Askara Divonis 9 Bulan Penjara, Nindy Ayunda Tertawa Ingatkan Biaya Anak

Entertainment | Selasa, 08 Juni 2021 | 18:29 WIB

Ruhut: Ridwan Kamil-AHY Boncegan Naik Motor, Aku jadi Tertawa Termehek-mehek

Ruhut: Ridwan Kamil-AHY Boncegan Naik Motor, Aku jadi Tertawa Termehek-mehek

News | Selasa, 08 Juni 2021 | 10:53 WIB

Menumpuk di Pulau Ini, Kotoran Penguin Bisa Menghasilkan Gas Tertawa

Menumpuk di Pulau Ini, Kotoran Penguin Bisa Menghasilkan Gas Tertawa

Tekno | Kamis, 21 Mei 2020 | 05:00 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB