Pola Makan Rendah Lemak vs Tinggi Nabati, Mana yang Lebih Baik untuk Jantung?

Cesar Uji Tawakal | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 10 Juni 2021 | 20:00 WIB
Pola Makan Rendah Lemak vs Tinggi Nabati, Mana yang Lebih Baik untuk Jantung?
Ilustrasi Makan Sayur. (Shutterstock)

Suara.com - Sudah banyak yang tau bahwa konsumsi makanan berbasis nabati dan menghindari lemak bisa menyehatkan. Namun mana yang lebih baik antara pola makan rendah lemak dan pola makan nabati?

Melansir dari Medical Xpress, pola makan kaya makanan nabati dapat mengalahkan pola makan rendah lemak dalam rangka mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Hal ini disebabkan karena lemak jenuh, jenis yang banyak ditemukan dalam produk hewani bisa menjadi musuh jantung karena dapat meningkatkan kolesterol LDL jahat.

Dalam studi baru yang melacak lebih dari 5.100 orang Amerika, para peneliti menemukan bahwa orang dengan pola rendah lemak jenuh memang memiliki kadar LDL yang lebih baik. Tapi tidak menurunkan risiko penyakit jantung atau stroke.

Di sisi lain, orang yang mengonsumsi banyak makanan nabati seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, dan biji-bijian memiliki risiko lebih rendah mengalami masalah kardiovaskular.

"Berfokus pada lemak jenuh dapat melewatkan banyak aspek kualitas diet," kata penulis studi Yuni Choi, seorang rekan postdoctoral di University of Minnesota.

Choi akan mempresentasikan temuannya pada pertemuan tahunan American Society for Nutrition yang diadakan online. Studi yang dirilis pada pertemuan umumnya dianggap pendahuluan sampai diterbitkan dalam jurnal peer-review.

Hasilnya penelitian ini berasal dari studi jangka panjang tentang kesehatan jantung yang merekrut orang dewasa muda Amerika Serikat pada 1980-an. Selama 32 tahun, 135 peserta mengembangkan penyakit jantung koroner di mana ada plak yang menumpuk di arteri dan memperlambat aliran darah ke jantung.

Ilustrasi makan bareng keluarga. (Pexels/Helena Lopes)
Ilustrasi makan bareng keluarga. (Pexels/Helena Lopes)


Secara keseluruhan, baik penggemar sayuran dan mereka yang menghindari lemak jenuh memiliki kolesterol LDL yang lebih rendah. Tetapi hanya pola makan kaya nabati yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah.

"Cobalah mengisi 70 persen hingga 80 persen piring Anda dengan sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan sejenisnya," kata peneliti senior David Jacobs, seorang profesor kesehatan masyarakat di University of Minnesota.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengagetkan, Reaksi Tubuh pada Makanan Cepat Saji Sama Seperti ketika Terinfeksi Bakteri

Mengagetkan, Reaksi Tubuh pada Makanan Cepat Saji Sama Seperti ketika Terinfeksi Bakteri

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 16:56 WIB

Benarkah Telur Bermanfaat Bagi Kesehatan Jantung? Simak Penjelasannya

Benarkah Telur Bermanfaat Bagi Kesehatan Jantung? Simak Penjelasannya

Banten | Kamis, 10 Juni 2021 | 13:30 WIB

Dikenal Mengandung Kolesterol, Simak Manfaat Telur untuk Kesehatan Jantung

Dikenal Mengandung Kolesterol, Simak Manfaat Telur untuk Kesehatan Jantung

Health | Rabu, 09 Juni 2021 | 20:45 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB