alexametrics

Sering Enggak Pede Saat di Depan Umum, Begini Tips Membangun Kepercayaan Diri

Bimo Aria Fundrika | Aflaha Rizal Bahtiar
Sering Enggak Pede Saat di Depan Umum, Begini Tips Membangun Kepercayaan Diri
Ilustrasi percaya diri. (pexels/Andrea Piacquadio)

Percaya diri, kata Wardan Rizky, sangat diperlukan untuk berinteraksi dengan orang-orang

Suara.com - Percaya diri menjadi kunci yang paling penting dalam berhubungan sosial. Meski membangun percaya diri sangat sulit, harus diketahui bahwa semua itu dalah proses.

Menurut Mental Health Advocate Wardan Rizky Suherman, kunci untuk menjadi percaya diri adalah dengan melihat kekuatan dan potensi diri sendiri.

“Harus ketahui potensi kita, dan itu berproses. Misalnya, kapasitas kita senangnya lebih suka ketemu sama orang, dan harus kita salurkan secara positif,” ungkapnya pada acara Know Yourself To Be Confident, Rabu (16/6/2021).

Percaya diri, kata Wardan Rizky, sangat diperlukan untuk berinteraksi dengan orang-orang. Hal itu bisa lebih meningkatkan kepercayaan diri pada saat berinteraksi dengan orang lain atau mengutarakan pendapat. 

Baca Juga: Terungkap Modus Ustaz Gay Cabuli Siswanya, Ustaz Bilang Onani Tingkatkan Percaya Diri

Ilustrasi bahagia (freepik.com/freepik)
Ilustrasi bahagia (freepik.com/freepik)

Selain itu, lingkungan juga punya pengaruh besar dalam menumbuhkan proses percaya diri. Salah satunya keluarga dengan mulai berinteraksi dan membangun kepercayaan diri di rumah. 

“Kita bangun komunikasi yang baik dulu dengan keluarga, adik kita, keluarga besar, dan sisanya tongkrongan dan sirkel kita,” katanya lebih lanjut.

“Kalau dari lingkungan kecil sudah dilakukan, itu berpengaruh ke lingkungan yang besar. Sudah terjalin belum komunikasi dengan keluarga, misalnya,” ungkapnya.

Walaupun akan ada kesulitan saat membangun kepercayaan diri, menurut Wardan tidak perlu memaksakan diri saat berada di lingkungan yang kurang suportif.

Selain itu, bagi orang yang memiliki sifat tertutup tidak berpengaruh saat sedang membangun kepercayaan diri. Bahkan, orang yang tertutup bisa terlihat aktif dibanding dengan orang yang terbiasa terbuka.

Baca Juga: Parah! Ustaz Gay Minta Siswa Rekam Alat Kelamin Hingga Lakukan Oral Seks

“Kalau itu bagaimana kita bisa mengontrol diri kita saja, dan memahami diri kita sendiri. Bahkan orang yang tertutup bisa terlihat aktif,” pungkasnya.

Komentar