Sebut Varian Baru Corona Mungkin Hilangkan Efek Vaksin, Ini Jawaban Dokter Paru

Risna Halidi

Jum'at, 18 Juni 2021 | 15:24 WIB
Sebut Varian Baru Corona Mungkin Hilangkan Efek Vaksin, Ini Jawaban Dokter Paru
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Suara.com - Angka infeksi COVID-19 di Indonesia kembali meningkat sangat cepat. Menanggapi kejadian tersebut, lima organiasi profesi dokter memberikan penyataan berupa dorongan dan rekomendasi kepada pemerintah.

Lima organisasi tersebut adalah IDAI, PAPDI, PDPI, PERKI dan PERDATIN.

Dalam point keempat, lima organisasi profesi tersebut meminta agar semua pihak lebih waspada terhadap varian baru COVID-19 yang lebih mudah menyebar, mungkin lebih memperberat gejala, mungkin lebih meningkatkan kematian dan mungkin menghilangkan efek vaksin.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai pemilihan kata 'mungkin' dalam pernyataan resmi rekomendasi kepada pemerintah, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia - Agus Dwi Susanto punya jawabannya.

Kata dokter Agus, ia dan rekan-rekan sesama dokter sepakat bahwa varian baru virus corona terutama varian Delta mampu menyebar lebih cepat. Hal tersebut bahkan sudah terbukti melalui serangkaian penelitian di luar negeri.

Sementara untuk kemungkinan varian baru dapat memperberat gejala, meningkatkan angka kematian dan menghilangkan efek vaksin, kata dokter Agus, masih sebatas teori.

"Kemungkinan dia (varian baru) berpotensi memberikan dampak beratnya penyakit dan efikasi vaksin, ini masih dalam tahap riset dan belum ada data yang cukup kuat. Tapi tentunya kami sepakat, varian baru bisa saja, mungkin, menurunkan kualitas vaksin karena melihat eskalasi kasus yang makin tinggi," tambah dokter Agus kepada Suara.com, Jumat (18/6/2021).

Di sisi lain, ia juga menyoroti minimnya genome sequencing untuk melihat asal mula dan varian virus corona yang menyebar di Indonesia.

"Seperti yang dikatakan dokter Aman (ketua IDAI), genomic sequencing di Indonesia tak rutin dilakukan. Padalah harusnya ketika terjadi satu kasus, dilakukan genomic sequencing."

baca juga

Dengan genomic sequencing yang rutin dilakukan, ia dan rekan sesama dokter berharap dapat tersedianya data mengenai varian apa yang paling menginfeksi pasien COVID-19 di Indonesia.

Sebagai penutup, dokter Agus mengimbau masyarakat untuk patuh menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Kunci saat ini di portokol kesehatan jangan abai, jangan merasa sudah aman apapun variannya, tetap protokol kesehatan. Cakupan vaksinasi kita masih jauh. Prokes masih jadi senjata yang penting," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Datang Telat Main Serobot, Vaksinasi Guru di Batam Hampir Ricuh

Datang Telat Main Serobot, Vaksinasi Guru di Batam Hampir Ricuh

Batam | Jum'at, 18 Juni 2021 | 15:05 WIB

Daftar Lokasi Vaksin COVID-19 Gratis di Jakarta Barat

Daftar Lokasi Vaksin COVID-19 Gratis di Jakarta Barat

Jakarta | Jum'at, 18 Juni 2021 | 14:43 WIB

Adakah Vaksin Terbaik untuk Melawan Covid-19? Ini Jawabannya

Adakah Vaksin Terbaik untuk Melawan Covid-19? Ini Jawabannya

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 14:38 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×