Adakah Vaksin Terbaik untuk Melawan Covid-19? Ini Jawabannya

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 18 Juni 2021 | 14:38 WIB
Adakah Vaksin Terbaik untuk Melawan Covid-19? Ini Jawabannya
Ilustrasi divaksin Covid-19. (Elements Envanto)

Suara.com - Hingga kini sudah ada enam vaksin Covid-19 yang disetujui penggunaannya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni Sinopharm, Pfizer/BioNtech, Sinovac, Moderna, AstraZeneca, serta Johnson & Johnson.

Dengan peluncuran vaksin Covid-19 yang semakin cepat dan beragam, orang mungkin bertanya-tanya, adakah vaksin terbaik?

Banyak orang berpikir uji klinis mungkin memberikan beberapa jawaban tentang vaksin mana yang "terbaik", terutama uji coba fase 3 besar yang digunakan sebagai dasar persetujuan oleh otoritas pengatur di seluruh dunia.

Namun demikian, perlu diketahui bahwa uji coba ini biasanya dilakukan pada puluhan ribu orang, membandingkan jumlah kasus Covid-19 pada orang yang mendapatkan vaksin, dibandingkan dengan mereka yang mendapatkan plasebo. Demikian dilansir dari Science Alert.

Ini memberikan ukuran kemanjuran, atau seberapa baik vaksin bekerja di bawah kondisi uji klinis yang dikontrol ketat dan memperlihatkan kemanjuran vaksin Covid-19 yang berbeda-beda.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Seperti contohnya vaksin Pfizer melaporkan kemanjuran 95 persen dalam mencegah gejala. Di sisi lain, AstraZeneca memiliki kemanjuran 62-90 persen, tergantung pada regime dosis.

Tetapi perbandingan langsung uji coba fase 3 itu rumit karena berlangsung di lokasi dan waktu yang berbeda. Ini berarti tingkat infeksi di masyarakat, tindakan kesehatan masyarakat, dan campuran varian virus yang berbeda dapat bervariasi.

Peserta uji coba juga dapat berbeda dalam usia, etnis, dan potensi kondisi medis yang mendasarinya. Jadi, keefektifan suatu vaksin tidak bisa disamaratakan di semua lokasi.

Memang sangatlah rasional untuk menginginkan vaksin "terbaik" tersedia. Tetapi jawaban untuk vaksin terbaik adalah yang tersedia saat ini karena bisa menghentikan masyarakat dari tertular Covid-19, mengurangi penularan ke anggota keluarga kita yang rentan, dan secara substansial mengurangi risiko gejala parah.

baca juga

Semua vaksin yang tersedia melakukan pekerjaan tersebut dengan baik. Semakin banyak orang divaksinasi, semakin banyak komunitas menjadi kebal (juga dikenal sebagai herd immunity), yang semakin membatasi penyebaran Covid-19.

Pandemi global adalah situasi yang sangat dinamis, dengan munculnya varian baru virus corona terus-menerus. Terlebih pasokan vaksin global yang tidak pasti, tindakan pemerintah yang tidak merata, dan potensi wabah eksplosif di banyak wilayah membuat ambisi menunggu vaksin terbaik adalah hal yang tidak mungkin tercapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Australia Perintahkan Vaksin AstraZeneca Hanya untuk Orang Usia 60 Tahun Lebih, Kenapa?

Australia Perintahkan Vaksin AstraZeneca Hanya untuk Orang Usia 60 Tahun Lebih, Kenapa?

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 14:30 WIB

Bolehkah Suntik Vitamin C dan Vaksin Covid-19 Dalam Satu Hari Bersamaan? Ini Kata Dokter

Bolehkah Suntik Vitamin C dan Vaksin Covid-19 Dalam Satu Hari Bersamaan? Ini Kata Dokter

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 14:30 WIB

Mitos, Ahli Buktikan Vaksin Covid-19 Tak Rusak Kualitas Sperma!

Mitos, Ahli Buktikan Vaksin Covid-19 Tak Rusak Kualitas Sperma!

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 13:43 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×