Ahli Ungkap Kelompok Paling Sering Alami Kasus Pembekuan Darah Usai Vaksin Astrazeneca

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Senin, 21 Juni 2021 | 14:27 WIB
Ahli Ungkap Kelompok Paling Sering Alami Kasus Pembekuan Darah Usai Vaksin Astrazeneca
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Salah satu efek samping vaksin Covid-19 AstraZeneca yang dikhawatirkan ialah terjadinya kasus pembekuan darah. Baru-baru ini, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Zullies mengungkapkan kelompok yang paling sering mengalami masalah pembekuan darah.

Siapa itu? Dikutip dari ANTARA, kasus pembekuan darah akibat vaksin AstraZeneca di Eropa sebagian besar dialami perempuan berusia muda.

"Yang menarik dari kasus pembekuan darah yang terjadi pada penggunaan AstraZeneca di Eropa, sebagian besar terjadi pada usia muda di bawah 40 tahun, bahkan di bawah 30 tahunan, dan kebanyakan adalah perempuan," katanya.

Di Eropa sendiri, lanjut Zullies, telah ada laporan kejadian pembekuan darah akibat vaksin AstraZeneca sebanyak 262 kasus. Sebanyak 51 di antaranya meninggal, dari penggunaan sebanyak 30 juta dosis vaksin.

Oleh sebab itu badan otoritas kesehatan masyarakat di Inggris merekomendasikan bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun untuk menggunakan vaksin selain AstraZeneca.

Dokter menunjukan vaksin COVID-19 Astra Zeneca dosis pertama di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6/2021). [Suara.com/Oke Atmaja]
Dokter menunjukan vaksin COVID-19 Astra Zeneca dosis pertama di Sentra Vaksinasi Central Park dan Neo Soho Mall, Jakarta, Selasa (8/6/2021). [Suara.com/Oke Atmaja]

Meski demikian, jika tidak mengalami masalah pada dosis pertama vaksin Astrazeneca, disarankan untuk meneruskan suntikan dengan jenis yang sama.

"Bagi seseorang dengan riwayat penyakit pembekuan darah seperti deep vein thrombosis, stroke, jantung iskemi belum ada laporan berisiko mengalami pembekuan darah akibat vaksin," katanya.

Zullies menambahkan, yang lebih berisiko justru mereka yang pernah mengalami heparin-induced thrombocytopenia and thrombosis (HITT or HIT type 2) atau pasien yang rutin mengonsumsi pengencer darah.

"Namun, kejadian ini pun sangat jarang. Namun demikian, untuk kehati-hatian, ada baiknya mereka yang punya riwayat pembekuan darah tidak menggunakan vaksin jenis ini," katanya.

Baca Juga: Usai Terima Vaksin AstraZeneca Pekerja PT Schneider Alami Mual Hingga Menggigil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI