Sempat Trending Topic, Ini Bedanya Cara Kerja Vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 21 Juni 2021 | 13:10 WIB
Sempat Trending Topic, Ini Bedanya Cara Kerja Vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca
Ilustrasi vaksin Covid-19. (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Vaksin Sinovac dan AstraZeneca sempat trending topic di media sosial Twitter, beberapa waktu lalu. Keduanya merupakan  vaksin Covid-19 yang disetujui penggunaannya di Indonesia. 

Banyak pengguna Twitter yang membahas perbedaan vaksin Sinovac dan AstraZeneca, serta cara kerja keduanya. Apalagi, sekarang ini banyak informasi kontroversial mengenai vaksin AstraZeneca.

Secara umum dilansir dari Healthline, vaksinasi bekerja dengan menggunakan sedikit informasi tentang suatu penyakit, seperti lonjakan protein atau partikel virus yang tidak aktif untuk mengajari sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan virus yang aktif.

Berbeda dengan vaksin Pfizer dan Moderna yang menggunakan teknologi mRNA untuk menciptakan kekebalan, vaksin AstraZeneca dan Sinovac menggunakan metode yang lebih tradisional.

Artinya, partikel virus atau materi genetik digabungkan dengan materi lain untuk memasukkan potongan-potongan kecil virus yang tidak berbahaya ke dalam tubuh Anda.

Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi vaksin AstraZeneca. (Dok : Istimewa)

Sistem kekebalan tubuh Anda bisa menggunakan informasi ini untuk merancang pertahanan dan membuatnya lebih siap untuk melawan virus corona yang hidup.

Namun, vaksin Sinovac dan AstraZeneca tetap memiliki perbedaan. Vaksin AstraZeneca mengandalkan adenovirus simpanse untuk membawa protein lonjakan dari virus corona ke dalam tubuh guna menciptakan respons kekebalan.

Sedangkan, vaksin Sinovac menggunakan partikel virus corona yang tidak aktif untuk menciptakan kekebalan. Cara kerja vaksin ini membantu sistem kekebalan mengenali virus corona dan siap melawannya ketika terserang virus corona yang aktif.

Apa itu adenovirus simpanse?

Adenovirus adalah virus yang sangat umum. Biasanya, adenovirus ini menyebabkan penyakit ringan, seperti flu biasa. Ada lebih dari 50 jenis adenovirus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan pandai bergerak masuk untuk menyerang tubuh dengan berbagai cara.

Adenovirus simpanse adalah adenovirus yang menyebabkan infeksi ini pada simpanse. Ketika dimodifikasi untuk digunakan dalam vaksin, virus ini sangat efisien membantu menghasilkan respons imun.

Apa itu virus corona yang tidak aktif?

Virus corona tidak aktif yang digunakan dalam vaksin Sinovac ini berarti bagian virus yang menyebabkan penyakit dihancurkan, tetapi informasi genetik dasarnya tetap ada.

Ketika virus tidak aktif ini disuntikkan sebagai vaksin, virus yang tidak aktif akan melatih sistem kekebalan tubuh melawan penyakit yang disebabkan oleh virus itu sendiri yang masih aktif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda dengan Orang Dewasa, Ini 5 Gejala Virus Corona pada Anak-Anak

Beda dengan Orang Dewasa, Ini 5 Gejala Virus Corona pada Anak-Anak

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:14 WIB

Anjuran Pakai Masker Dua Lapis, Benarkah Bisa Mencegah Infeksi Varian Baru Virus Corona?

Anjuran Pakai Masker Dua Lapis, Benarkah Bisa Mencegah Infeksi Varian Baru Virus Corona?

Health | Jum'at, 18 Juni 2021 | 11:56 WIB

Cara Dapat Vaksin COVID-19 dari Agnez Mo di Jakarta, Cukup Datang ke Sini

Cara Dapat Vaksin COVID-19 dari Agnez Mo di Jakarta, Cukup Datang ke Sini

Jakarta | Jum'at, 18 Juni 2021 | 10:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB