alexametrics

Perempuan Perlu Tahu, Ini Bahaya Kekurangan Cairan Saat Menstruasi!

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Perempuan Perlu Tahu, Ini Bahaya Kekurangan Cairan Saat Menstruasi!
Ilustrasi perempuan sedang haid, (Shutterstock)

Perempuan yang menstruasi atau hadi akan kehilangan cairan sehingga menyebabkan terjadinya dehidrasi.

Suara.com - Mengonsumsi air mineral sangat penting bagi tubuh guna menjaga suhu tubuh, memperlancar pembuangan limbah, sekaligus pelumas alami bagi kulit.

Di sisi lain, perempuan yang menstruasi atau hadi akan kehilangan cairan sehingga menyebabkan terjadinya dehidrasi.

Maka dari itu, air mineral sangat penting untuk dikonsumsi saat masa menstruasi. Jika tidak, beberapa hal ini bisa terjadi jika kekurangan cairan saat haid.

1. Kembung dan kram
Kadar estrogen dan progesterone yang rendah selama periode menstruasi, bisa menyebabkan tubuh menahan air yang membuat tubuh terasa kembung hingga kram. Anda perlu minum air mineral cukup 8 hingga 10 gelas sehari selama periode menstruasi. Hal ini dapat membantu memerangi kembung dan kram dalam tubuh.

Baca Juga: Jangan Kurang Minum Air saat Menstruasi, Bisa Picu 4 Masalah Berikut

2. Migrain dan sakit kepala
Dehidrasi bisa menyebabkan sakit kepala dan migrain. Kekurangan cairan juga dapat menyebabkan otak berkontraksi. Jadi, mengonsumsi air yang cukup bisa menangkal kondisi ini saat menstruasi.

3. Bisa mengubah warna urin
Dehidrasi akibat kurangnya air mineral bisa menyebabkan warna urin berwarna gelap. Selain itu, kurangnya air mineral juga bisa menyebabkan rasa sakit di bagian perut bawah. Karena itu, penting mengonsumsi air minum untuk mengurangi rasa sakit dan saluran urin.

4. Bisa mengakibatkan kelelahan
Kelelahan saat menstruasi bisa menjadi tanda-tanda dehidrasi. Dikatakan, dehidrasi bisa menurukan tekanan darah yang berdampak pada pengurangan energi. Jika tidak mengonsumsi air yang cukup, keseimbangan cairan bisa berubah, sehingga ini bisa menyebabkan kelelahan pada otot.

Komentar