Array

Selain Stres, Kematian Sindrom Patah Hati Juga Disebabkan oleh MicroRNA

Selasa, 22 Juni 2021 | 18:10 WIB
Selain Stres, Kematian Sindrom Patah Hati Juga Disebabkan oleh MicroRNA
Ilustrasi patah hati (freepik.com/freepik)

Suara.com - Para ilmuwan mulai mencari tahu mengapa beberapa orang meninggal karena patah hati. Hal ini mungkin saja diakibatkan oleh kombinasi stres jangka panjang dan mengalami peristiwa stres yang diduga memicu kondisi yang dikenal sebagai sindrom patah hati.

Sindrom ini juga dikenal sebagai sindrom takotsubo di mana sindrom patah hati memiliki gejala yang mirip dengan serangan jantung yang dapat mencakup nyeri dada dan sesak napas.

Melansir dari Independent, sindrom ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi dan diperkirakan mempengaruhi sekitar 2.500 orang di Inggris setiap tahun. Mereka yang terkena dampak lebih sering perempuan pascamenopause.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Cardiovascular Research telah menemukan bahwa dua molekul yang terkait dengan peningkatan tingkat stres memainkan peran kunci dalam pengembangan sindrom ini.

Para ahli dari Imperial College London menemukan bahwa peningkatan kadar microRNAs -16 dan -26a (molekul kecil yang mengatur bagaimana gen diterjemahkan) meningkatkan kemungkinan menderita sindrom tersebut.

Selama kerja laboratorium, para peneliti memeriksa sel-sel jantung manusia dan tikus dan mengukur bagaimana mereka merespons adrenalin setelah terpapar kedua molekul tersebut.

Ketika peneliti melihat sel-sel jantung yang telah diobati dengan microRNAs, mereka melihat bahwa sel-sel tersebut lebih sensitif terhadap adrenalin dan lebih mungkin untuk mengembangkan hilangnya kontraksi.

MicroRNAs -16 dan -26a terkait dengan depresi, kecemasan, dan peningkatan tingkat stres. Kondisi ini menunjukkan bahwa stres jangka panjang yang diikuti oleh kejutan dramatis dapat memicu efek yang terlihat pada sindrom patah hati.

Ilustrasi Cewek Patah Hati. (freepik.com/freepik)
Ilustrasi Cewek Patah Hati. (freepik.com/freepik)

“Sindrom Takotsubo adalah kondisi serius, tetapi sampai sekarang cara terjadinya tetap menjadi misteri," ujar Sian Harding, profesor farmakologi jantung di Imperial College London.

Baca Juga: Pacaran 3 Tahun Berakhir Nyesek, Ternyata Cuma Jadi Kedok Cowok Gay

“Studi ini menegaskan bahwa stres sebelumnya dan microRNA yang terkait dengannya, dapat mempengaruhi seseorang untuk mengembangkan sindrom takotsubo dalam situasi stres di masa depan," imbuhnya. 

Profesor Metin Avkiran, direktur medis asosiasi di British Heart Foundation, mengatakan bahwa sindrom Takotsubo adalah masalah jantung yang tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan kematian. 

“Penelitian ini tidak hanya merupakan langkah penting menuju pemahaman yang lebih baik tentang penyakit misterius ini, tetapi juga dapat memberikan cara baru untuk mengidentifikasi dan mengobati mereka yang berisiko takotsubo," ujar Avkiran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI