4 Pola Asuh Orangtua dan Dampaknya Terhadap Karakter Anak

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 30 Juni 2021 | 11:26 WIB
4 Pola Asuh Orangtua dan Dampaknya Terhadap Karakter Anak
Ilustrasi keluarga, orangtua dan anak perempuannya. (Shutterstock)

Suara.com - Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Karakter yang terbentuk itu pasti tidak lepas dari pola asuh yang diberikan oleh orangtuanya.

"Perbedaan pola asuh lah yang membuat anak-anak ini jadi berbeda juga karakternya," kata psikolog Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Meriyati, Sp.Psi., dalam webinar daring, Selasa (29/6/2021).

Ia menyebut bahwa ada empat tipe pola asuh yang berdasarkan penelitian paling banyak dilakukan oleh para orangtua. Keempat pola asuh yang berbeda itu memiliki dampak berbeda pula terhadap karakter anak.

1. Pola asuh otoritatif

Meriyati menjelaskan bahwa pola asuh ini menekankan pada komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Anak dilibatkan dalam berkomunikasi secara aktif dan positof bahkan bebas mengemukakan pendapat dan perasaannya.

"Orangtua juga mengizinkan dirinya untuk mendengar pendapat anak. Apa yang membuat anak tidak nyaman, apa yang membuat anak keberatan terhadap aturan yang diberikan. Jadi orangtua mempunyai kehangatan terhadap anak, tapi orang tua juga punya kendali terhadap anak. Tidak hanya mengatur, menuntut, mengikuti aturan tapi orangtua menjelaskan dampak positif dan negatifnya," jelas Meriyati.

Menurutnya, anak-anak yang tumbuh dari pola asuh otoritatif akan memiliki karakter mudah mengendalikan emosinya, terbiasa melakukan komunikasi dua arah, bertumbuh dengan sifat yang ramah, dapat bekerja sama.

Anak juga akan mampu terlibat dalam aktivitas sosial, tidak mudah jatuh dalam kegiatan menyimpang seperti kekerasan, agresif, hingga penggunaan narkoba karena mereka merasa dirinya berharga.

Perasaan berharga atas dirinya sendiri itu telah dirasakannya sejak dari rumah karena pola asuh orangtuanya yang memperlakukan seperti pribadi yang punya hak untuk bicara, memiliki pemikiran tertentu.

baca juga

2. Pola asuh otoriter

Ciri pola asuh otoriter merupakan mengekang anak. Orangtua menuntut anak untuk mengikuti aturan yang sudah diberlakukan. Meriyati mengatakan, orangtua memang tetap berikan dukungan dan tanggung jawab kepada anak, tetapi tidak ada kebebasan bagi anak untuk mengemukakan pendapat.

"Jadi overprotektif, anak disuruh nurut aja tapi tidak dijelaskan baik buruknya apa. Orangtua mengekang sehingga anak sulit untuk bisa mengemukakan sudut pandang karena dia selalu dipaksa saja," jelasnya.

Dampak pola asuh otoriter tersebut menyebabkan anak tidak tahu batasan untuk dirinya sendiri. Tidak tahu kapan harus bicara dan kapan tidak. Anak akan tumbuh menjadi orang yang pandai dalam mengikuti aturan tetapi dalam ketakutan.

Meriyati mengungkapkan, anak seperti itu akan sulit menyikai dirinya sendiri. Karena tidak tahu batasan mana yang harus dilakukan pada dirinya sendiri. Juga batasan mana yang orang lain boleh menuntut atau memintabdari dirinya. Sehingga akan cenderung mengirbankan dirinya sendiri.

"Anak kayak gini ya tidak bahagia, penuh rasa takut, khawatir. Kemudian enggak mampu untuk mengeluarkan pendapat, menyampaikan perasaan, aspirasinya, komunikasinya juga buruk, takut disalahkan, takut ngomong, takut dianggap bodoh. Sehingga dia cenderung berperilaku agresif. Sebetulnya perilaku agresif itu dikeluarkan karena bentuk frustasi dia karena nggak punya hak untuk mengungkapkan keinginan," paparnya.

3. Pola asuh permisif

Pola asuh permisif merupakan orang tua yang sangat memanjakan anak. Segala keinginan anak dituruti bahkan tidak ada untuk memberikan kontrol kepada anak.

"Kelihatannya sayang tapi tidak diatur. Semua keinginan anak dikasih biar nggak rewel. Tapi anak ini sebetulnya tidak tahu ke depan, belum tahu manfaat baik-buruk ke depan. Pola asuh yang memanjakan seperti ini akan membuat anak tidak mampu memiliki kemampuan untuk mandiri, enggak ada daya juang, akan bersikap egois dan terbiasa menggantungkan kebutuhan kepada orang lain terutama orang tua," paparnya.

Sifat manja, egosentris, bahkan tidak dapat menghargai orang lain juga akan melekat oada karakter anak. Karena anak merasa sejak kecil sebagai raja yang selalu dipenuhi keinginannya.

4. Pola asuh uninvolved

Pola asuh seperti ini tidak ada kehadiran orangtua baik secara fisik juga psikis bagi anak. Sehingga orangtua tidak memiliki kontrol terhadap anak bahkan jugabtidak mengetahui perkembangam yang terjadi pada anak.

Meriyati menyebut pola asuh uninvolved juga sebagai pola asuh yang menelantarkan anak. Orangtua hanya berpikir untuk membiayai dan memenuhi kebutihan anak tapi tidak hadir untuk anak.

Dampaknya terhadap anak membuat ia jadi rendah diri karena merasa tidak dihargai. Kemampuan sosial anak menjadi buruk karena tidak terbiasa berkomunikasi dengan orangtua, tidak pernah didengar apa yang dirasakannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Asal Larang! Ini 5 Langkah Ajarkan Aturan agar Anak Paham dan Disiplin

Jangan Asal Larang! Ini 5 Langkah Ajarkan Aturan agar Anak Paham dan Disiplin

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 16:37 WIB

Apa Itu Eggshell Parents? Tipe Orang Tua yang Bikin Anak Hidup dalam Kecemasan Kronis

Apa Itu Eggshell Parents? Tipe Orang Tua yang Bikin Anak Hidup dalam Kecemasan Kronis

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 10:41 WIB

PMEP - Ruangguru Perkuat Karakter Anak PMI di Malaysia Lewat Program Charisma

PMEP - Ruangguru Perkuat Karakter Anak PMI di Malaysia Lewat Program Charisma

Lifestyle | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated

Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:38 WIB

Agnes Grey: Novel Klasik yang Mengkritik Pola Asuh dan Kelas Sosial

Agnes Grey: Novel Klasik yang Mengkritik Pola Asuh dan Kelas Sosial

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:00 WIB

Ulasan Aku Sebelum Aku: Tamparan Keras untuk Pola Asuh Orang Tua yang Egois

Ulasan Aku Sebelum Aku: Tamparan Keras untuk Pola Asuh Orang Tua yang Egois

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00 WIB

Mengakhiri Warisan Luka dalam Pola Asuh Anak Perempuan

Mengakhiri Warisan Luka dalam Pola Asuh Anak Perempuan

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Halo Tante dan Om! Cara Komunitas Ini Mengubah Pola Asuh Kaku Menjadi Lebih Inklusif

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:17 WIB

Kenapa Istirahat Laki-laki Dianggap Kebutuhan, Tapi Bagi Perempuan Itu Kemewahan?

Kenapa Istirahat Laki-laki Dianggap Kebutuhan, Tapi Bagi Perempuan Itu Kemewahan?

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 15:21 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Terkini

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bupati Bogor Sulap Horison Sayaga Jadi Destinasi Rekreasi

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Kejutkan Penggemar, tvN Angkat Suara Atas Isu Perilisan Signal 2 Tahun Ini

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:49 WIB

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

5 Rekomendasi Sampo untuk Rambut Kering dan Mengembang agar Lembut dan Mudah Diatur

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Bikin Deg-degan! Jisoo Terjerat Pesona Cinta Mematikan di Lagu Addicted

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Seret Nama Pejabat ATR/BPN hingga Politisi, Ini Fakta Terbaru Kasus Korupsi Summarecon

Bekaci | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

Denny Indrayana Ungkap 3 Alasan Cabut Gugatan Suket Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:37 WIB

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Nova Arianto Ungkap Alasan Pilih Yordania dan USA Jadi Lawan Uji Coba Timnas Indonesia U-20

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:36 WIB

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:31 WIB

×