Anak Positif Covid-19? Begini Saran Dokter untuk Orangtua

Yasinta Rahmawati, Lilis Varwati

Minggu, 04 Juli 2021 | 13:49 WIB
Anak Positif Covid-19? Begini Saran Dokter untuk Orangtua

Suara.com - Anak-anak termasuk kelompok rentan terinfeksi Covid-19. Anak bahkan disebut sebagai spreader atau penyebar virus corona Covid-19 terhadap lingkungan sekitarnya. 

"Jadi yang menyebarkan ke kita itu anak-anak. Karena anak repson imunnya belum secepat orang dewasa. Jadi gejalanya belum seberat orang dewasa, paling hanya batuk pilek biasa. Jadi jangan meremehkan anak yang sakit batuk pilek," kata dokter spesialis penyakit dalam dr. Gunawan Sp. PD., dalam webinar daring, Minggu (4/7/2021).

Setiap kali mengetahui anak batuk pilek, orangtua sebaiknya curiga apakah gejala Covid-19 atau bukan. Termasuk semua anggota keluarga yang lain jika mengalami batuk pilek juga. 

"Dalam kondisi saat ini, yang diperhatikan swab dulu atau minimal antigen kalau ada gejala. Kalau enggak ada gejala kita PCR, karena kalau ada gejala biasanya jumlah virusnya sudah lebih tinggi dengan antigen kita bisa mendeteksi jumlah virus," jelasnya.

Tetapi bagi setiap orangtua yang mendapati hasil swab anaknya positif Covid-19, dokter Gunawan mengingatkan agar jangan panik. Langkah pertama yang harus dilakukan segera mengisolasi anak di rumah.

Ilustrasi anak batuk, pilek dan demam. (Shutterstock)
Ilustrasi anak batuk, pilek dan demam. (Shutterstock)

Selain itu, sebagai orang dewasa juga perlu lakukan proteksi diri sendiri dengan memakai masker juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat di rumah. Sebab bagaimana pun, diakui dokter Gunawan, anak-anak tidak mungkin dibiarkan seorang diri meski tengah isolasi mandiri di rumah.

"Kemudian konsultasi dengan dokter anak apakah anak perlu pemeriksaan lanjutan atau tidak. Karena kasus anak-anak itu yang perburukan hanya sedikit dibandingkan kita yang dewasa. Dari kasus anak yang saya amati, yang berat kasusnya sangat kecil. Bahkan anak-anak yang menyebarkan ke orang dewasa," ucapnya.

Sementara itu, anak atau anggota keluarga lain yang hasil swabnya negatif jangan langsung dititipkan ke rumah orang lain. Karena menurut dokter Gunawan, bisa saja masih dalam masa inkubasi sehingga jumlah virus belum terdeteksi. 

Akan tetapi jika muncul gejala, meski setelah beberapa hari hasil tes swab negatif, seseorang tetap bisa menularkan virus.

"Jadi tetap saja stay di dalam satu rumah tapi dengan situasi protokol kesehatan yang sangat ketat. Kemudian lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika anak memang tidak ada gejala tapi antigennya positif, coba PCR. Tapi kalau jelas ada gejala langsung isolasi, konsultasi dengan dokter," sarannya.

Bagi anggota keluarga yang pernah lakukan kontak langsung dengan anak, dokter RS Siloam Jakarta itu menyarankan untuk memantau gejala yang akan timbul. 

"Kalau ada gejala segera cek atau satu minggu setelah kontak dengan anak dilakukan PCR test, itu waktu yang tepat untuk menilai apakah kita terkontaminasi virus atau tidak. Jadi jangan langsung baru ketemu pasien yang batuk-batuk lalu besoknya langsung PCR, percuma. Kebanyakan hasilnya pasti negatif. Tetap isolasi saja diri sendiri kemudian cek lagi setelah 7 hari," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terungkap, Ini Kata Terakhir Jane Shalimar Sebelum Meninggal Dunia

Terungkap, Ini Kata Terakhir Jane Shalimar Sebelum Meninggal Dunia

Entertainment | Minggu, 04 Juli 2021 | 13:36 WIB

Rencana Angkut Jenazah Covid Pakai Truk Dikecam, Pemprov DKI Pilih Pinjam Ambulans Parpol

Rencana Angkut Jenazah Covid Pakai Truk Dikecam, Pemprov DKI Pilih Pinjam Ambulans Parpol

News | Minggu, 04 Juli 2021 | 13:34 WIB

Sedih! Curhat Wanita Dinyatakan Positif Covid-19, Padahal 3 Minggu Lagi Menikah

Sedih! Curhat Wanita Dinyatakan Positif Covid-19, Padahal 3 Minggu Lagi Menikah

Lifestyle | Minggu, 04 Juli 2021 | 13:38 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB