Paparan Sinar Matahari yang Sehat Turunkan Risiko Kanker Usus Besar

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Selasa, 06 Juli 2021 | 06:05 WIB
Paparan Sinar Matahari yang Sehat Turunkan Risiko Kanker Usus Besar
Perempuan dan sinar matahari. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi menunjukan paparan sinar matahari dan vitamin D yang cukup mungkin bisa mengurangi risiko kanker usus besar. Hal ini dinyatakan dalam penelitian dari para peneliti di University of California, San Diego.

Melansir dari Medicinenet, penelitian baru menemukan bahwa negara-negara dengan hari yang lebih mendung cenderung memiliki tingkat kanker usus besar yang lebih tinggi. Kadar vitamin D yang lebih rendah, yakni vitamin sinar matahari mungkin menjadi penyebabnya.

Jadi menurut para peneliti, meningkatkan kadar vitamin D Anda melalui paparan sinar matahari dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar. 

"Perbedaan dalam sinar UVB (ultraviolet-B) menyumbang sejumlah besar variasi yang kami lihat dalam tingkat kanker kolorektal, terutama untuk orang di atas usia 45 tahun," kata rekan penulis studi Raphael Cuomo. Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal BMC Public Health.

Cuomo menekankan bahwa data tersebut tidak dapat membuktikan sebab-akibat dan penelitian masih pada tahap awal. Tetapi orang yang lebih tua mungkin dapat mengurangi risiko kanker kolorektal dengan memperbaiki kekurangan vitamin D. 

Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (shutterstock)
Ilustrasi berjemur di bawah sinar matahari. (shutterstock)

Kulit manusia memproduksi vitamin D secara alami setelah kontak dengan sinar matahari. Memiliki tingkat nutrisi yang tidak mencukupi telah dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk sejumlah masalah kesehatan.

Dalam penelitian ini para peneliti melacak data dari 186 negara untuk menilai kemungkinan hubungan antara paparan lokal terhadap sinar UVB dari matahari dan risiko kanker usus besar.

Mereka menemukan hubungan yang signifikan antara paparan UVB yang lebih rendah dan tingkat kanker yang lebih tinggi di antara orang berusia 0 hingga lebih dari 75 tahun. 

"Setelah memperhitungkan faktor-faktor seperti pigmentasi kulit, harapan hidup dan merokok, hubungan antara UVB yang lebih rendah dan risiko kanker kolorektal tetap signifikan untuk mereka yang lebih tua dari 45 tahun," kata Cuomo.

Mereka mencatat bahwa faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi paparan UVB dan kadar vitamin D seperti penggunaan suplemen vitamin D, pakaian yang dipakai orang dan bahkan polusi udara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Positif Kembali Melonjak, Terapkan 5 Hal Ini saat Karantina di Rumah

Kasus Positif Kembali Melonjak, Terapkan 5 Hal Ini saat Karantina di Rumah

Your Say | Rabu, 30 Juni 2021 | 11:09 WIB

Pakar Ingatkan Pentingnya Asupan Vitamin D untuk Hindari Keparahan COVID-19

Pakar Ingatkan Pentingnya Asupan Vitamin D untuk Hindari Keparahan COVID-19

Health | Selasa, 22 Juni 2021 | 15:55 WIB

Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin D, Waspadai Gejala Perubahan Kebiasaan Buang Air Kecil

Bisa Jadi Tanda Kekurangan Vitamin D, Waspadai Gejala Perubahan Kebiasaan Buang Air Kecil

Health | Kamis, 10 Juni 2021 | 17:17 WIB

Terkini

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB