Dokter: Random Testing Covid-19 di Tempat Umum Bisa Jadi Trik Tertibkan Warga

Cesar Uji Tawakal, Fita Nofiana

Rabu, 07 Juli 2021 | 20:55 WIB
Dokter: Random Testing Covid-19 di Tempat Umum Bisa Jadi Trik Tertibkan Warga
Petugas kesehatan melakukan test usab antigen massal secara serentak di Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, Senin (18/1/2021). (Suara.com/Anang Firmansyah)

Suara.com - Dewan Pakar Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS menyatakan bahwa testing secara acak perlu untuk dilakukan terutama di masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Menurutnya, testing acak bisa membuat warga enggan keluar rumah. 

"Selain peran masyarakat, sebenarnya ada hal pararel yang harus dilakukan [pemerintah], yaitu testing, tracing, dan treatment dalam hal ini pemerintah punya peranan," kaya Dr Hermawan dalam  Dialog Rabu Utama Pagi di Media Center KPCPEN, Rabu (7/7/2021).

"Tapi sekarang kebalik bukan lagi testing, tracing, dan treatment tapi sekarang kebalik treatment, tracing, testing," imbuhnya. 

Dokter Hermawan menyarankan untuk adanya testing Covid-19 yang dilakukan secara random dan masif. Misalnya, untuk kasus aktif 333 ribu maka testing yang harusnya dilakukan harus mencapi paling tidak 900 ribu.

Kemudian untuk membuat warga lebih enggan keluar rumah, testing secara random bisa dilakukan di tempat-tempat yang sering mengundang kerumunan. 

Arsip Foto. Petugas kesehatan mendata warga yang hendak menjalani pemeriksaan antigen untuk mendeteksi penularan COVID-19 di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. [ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung]
Arsip Foto. Petugas kesehatan mendata warga yang hendak menjalani pemeriksaan antigen untuk mendeteksi penularan COVID-19 di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. [ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung]


"Anggaplah setiap sudut-sudut keramaian publik ada random testing tuh dilakukan, itu akan membuat mereka otomatis segan keluar rumah sebab masyarakat kita itu tipe yang enggan untuk diperiksa," kata dokter Hermawan. 

"Kalau masyarakat tahu di situ ada posko random testing lalu ketahuan positif mereka akan dipisahkan dengan keluarga, nah ini cara-cara komunikasi yang sebenarnya bisa memaksimalkan fungsi testing, tracing, dan treatmen yang juga dikampanyekan dengan ppkm darurat ini," imbuhnya. 

Menurutnya posko random testing bisa menjadi bagian dari trik untuk menertibkan masyarakat. Selain ini testing juga memang sangat diperlukan sebab dalam kondisi wabah, setiap orang perlu dicurigai telah terpapar. 

"Semua orang harus dicurigai terpapar, hanya persoalaan testing saja yang bisa membuktikan orang itu positif atau negatif," tambah dokter Hermawan. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah 9.366 Pasien, saat Ini Ada 100 Ribu Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta

Tambah 9.366 Pasien, saat Ini Ada 100 Ribu Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 20:36 WIB

Alasan Laboratorium Unand Belum Periksa Virus Corona Varian Delta di Sumbar

Alasan Laboratorium Unand Belum Periksa Virus Corona Varian Delta di Sumbar

Sumbar | Rabu, 07 Juli 2021 | 20:28 WIB

Gawat! Positivity Rate Covid-19 di Sumbar Capai Angka 29 Persen

Gawat! Positivity Rate Covid-19 di Sumbar Capai Angka 29 Persen

Sumbar | Rabu, 07 Juli 2021 | 20:09 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×