Saturasi Oksigen Pasien Covid-19 di Bawah 94 Persen, Lakukan Teknik Proning!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 08 Juli 2021 | 13:53 WIB
Saturasi Oksigen Pasien Covid-19 di Bawah 94 Persen, Lakukan Teknik Proning!
Ilustrasi pasien Covid-19 dengan saturasi oksigen rendah. (Shutterstock)

Suara.com - Virus corona Covid-19 cukup mempengaruhi saturasi oksigen sejumlah pasien. Di Indonesia sendiri, cukup banyak pasien Covid-19 yang mengalami penurunan saturasi oksigen di tengah kelangkaan tabung oksigen.

Dalam situasi ini, pasien Covid-19 bisa melakukan teknik proning sambil menunggu mendapatkan alat bantu oksigen. Teknik proning adalah pertolongan pertama untuk meningkatkan kadar oksigen dengan cara pasien berbaring telungkup atau tengkurap.

Sebelumnya dilansir dari HealthifyMe, teknik proning banyak digunakan dalam pengobatan pasien dengan Sindrom Gangguan Pernafasan Akut (ARDS). Kini, teknik proning dianggap sebagai metode sederhana yang aman untuk meningkatkan oksigenasi.

Teknik proning ini pun sangat bermanfaat pada pasien Covid-19 yang menggunakan atau tanpa bantuan ventilator. Jika kadar oksigen pasien turun di bawah 94 persen setelah diukur menggunakan oksimeter di rumah, pasien bisa berbaring tengkurap untuk meningkatkan ventilasi dan memungkinkan pernapasan yang nyaman.

Teknik proning hanya dibutuhkan pada pasien yang kesulitan bernapas dan SpO2 menurun di bawah 94 persen yang disertai tanda-tanda lain, seperti suhu, tekanan darah dan gula darah. Sebab, hipoksia atau sirkulasi oksigen yang terganggu bisa menyebabkan komplikasi memburuk.

Ilustrasi posisi tengkurap, teknik proning (shutterstock)
Ilustrasi posisi tengkurap, teknik proning (shutterstock)

Posisi tengkurap ini membantu perluasan yang lebih baik dari daerah paru-paru punggung (belakang), gerakan tubuh yang lebih baik dan peningkatan pembuangan sekresi yang akhirnya bisa meningkatkan oksigenasi.

Cara membantu pasien Covid-19 melakukan teknik proning

Pasien Covid-19 yang mengalami gangguan pernapasan ringan dan tidak membutuhkan ventilator atau pasien yang berisiko mengalami gangguan pernapasan berat, membutuhkan teknik proning untuk meningkatkan oksigen.

Saat ini, belum ada bukti bahwa teknik proning bisa membantu meringankan kondisi pasien Covid-19 yang membutuhkan ventilator. Para peneliti telah melaporkan bahwa teknik proning ini lebih dibutuhkan pada pasien non-intubasi yang diobati dengan terapi oksigen standar, continuous positive airway pressure (CPAP), atau ventilasi non-invasif.

Posisi tengkurap ini sangat bermanfaat bagi pasien Covid-19 dengan risiko tinggi mengalami cedera paru yang diinduksi sendiri. Karena itu, teknik proning ini bisa menunda atau menghindari intubasi trakea dan risiko bawaannya.

Pada akhirnya, teknik ini bisa menurunkan risiko pasien membutuhkan intubasi dan menjadi perawatan medis intensif di ICU. Prosedur ini juga bisa menurunkan risiko muntah, tromboemboli dan mencegah pasien membutuhkan bantuan intubasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Malam-malam Meluncur ke Rusun Pasar Rumput, Ada Apa?

Jokowi Malam-malam Meluncur ke Rusun Pasar Rumput, Ada Apa?

News | Kamis, 08 Juli 2021 | 00:24 WIB

Gubernur DIY Bantah Pasien Meninggal Kehabisan Oksigen, dr Tirta: Yo Ra Ngoten to Ndan

Gubernur DIY Bantah Pasien Meninggal Kehabisan Oksigen, dr Tirta: Yo Ra Ngoten to Ndan

Jogja | Rabu, 07 Juli 2021 | 09:47 WIB

Langka, Tabung Gas Oksigen di Mojokerto Harganya Naik Nyaris 3 Kali Lipat

Langka, Tabung Gas Oksigen di Mojokerto Harganya Naik Nyaris 3 Kali Lipat

Jatim | Selasa, 06 Juli 2021 | 19:06 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB