Sebelum Pandemi Covid-19, Indonesia Telah Alami Beban Ganda Penyakit, Apa Maksudnya?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 08 Juli 2021 | 17:05 WIB
Sebelum Pandemi Covid-19, Indonesia Telah Alami Beban Ganda Penyakit, Apa Maksudnya?
ilustrasi gizi buruk [shutterstock]

Suara.com - Bukan hanya wabah Covid-19 yang saat ini menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Pungkas Bahjuri Ali mengatakan, sebelum terjadi pandemi, Indonesia telah mengalami beban ganda penyakit dan beban ganda masalah gizi.

Beban ganda penyakit terjadi lantaran masih tingginya angka pengidap penyakit menular dan penyakit tidak menular. Di sisi lain juga masih masih ada masalah kekurangan gizi dan kelebihan gizi.

"Dua pertiga kematian ini akibat penyakit tidak menular. Stroke, jantung, diabetes, penyakit itu sebetulnya bisa dicegah. Karena pola perilaku, kurang makan buah dan sayur, kurang aktivitas fisik sehingga menimbulkan obesitas. Kemudian tekanan darah tinggi, glukosa darah yang tinggi. Itu menyebabkan penyakit tadi," papar Pungkas dalam webinar Bappenas, Kamis (8/7/2021).

lemak perut, obesitas, perut buncit (Pixabay/jarmoluk)
lemak perut, obesitas, perut buncit (Pixabay/jarmoluk)

Angka kesakitan pada penyakit menular juga masih banyak. Seperti tuberkulosis (TB), malaria, hingga kusta. Bahkan di Sulawesi Tengah, Pungkas mengungkapkan, masih ada penyakit menular Schistosomiasis sudah lama tidak teratasi meski hanya terjadi di dua kecamatan.

Selain beban ganda penyakit, beban ganda masalah gizi juga belum selesai. Pungkas menyampaikan, kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin, mineral, dan zat besi. Juga terjadi kekurangan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak. 

"Satu lagi permasalahan kelebihan gizi atau sering dimanifestasikan faktor risiko tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas dan sebagainya. Saya kira ini sama, penyakit kekurangan gizi cukup lama belum selesai tapi kita punya beban baru masalah gizi lebih," ucapnya.

Menurutnya masalah gizi lebih itu yang memicu bertambahnya penyakit tidak menular, disamping jumlah penduduk juga yang semakin menua. Oleh sebab itu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), penyelesaian masalah kesehatan difokuskan pada tiga hal.

"Pengendalian penyakit menular maupun tidak menular, kemudian kesehatan ibu dan anak, dan perbaikan gizi. Itu tiga status kesehatan indikator utama yang menentukan kesehatan masyarakat di Indonesia," ujar Pungkas.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danone Indonesia Dukung BKKBN Cegah Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Pola Hidup Sehat

Danone Indonesia Dukung BKKBN Cegah Stunting Melalui Edukasi Gizi dan Pola Hidup Sehat

Bisnis | Senin, 05 Juli 2021 | 07:35 WIB

Susu Beruang Bear Brand Ramai Diburu, Simak Dulu Kata Praktisi Gizi Sebelum Ikut Rebutan

Susu Beruang Bear Brand Ramai Diburu, Simak Dulu Kata Praktisi Gizi Sebelum Ikut Rebutan

Health | Senin, 05 Juli 2021 | 08:10 WIB

Ini Tantangan Pemantauan Gizi Selama Masa Pandemi Covid-19

Ini Tantangan Pemantauan Gizi Selama Masa Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 01 Juli 2021 | 11:55 WIB

Terkini

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 19:21 WIB

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:20 WIB

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Batam | Senin, 14 September 2026 | 19:04 WIB

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

Mulai Kekeringan, Langit Jakarta Masih Nihil Awan Hujan Usai 5 Kali Modifikasi Cuaca

News | Senin, 14 September 2026 | 18:49 WIB

×