Studi: Covid-19 Anak Berisiko Kecil Jadi Parah, Tapi Tetap Harus Waspada

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana | Suara.com

Jum'at, 09 Juli 2021 | 10:30 WIB
Studi: Covid-19 Anak Berisiko Kecil Jadi Parah, Tapi Tetap Harus Waspada
Anak sekolah memakai masker. (Shutterstock)

Suara.com - Risiko penyakit parah, rawat inap, dan kematian akibat Covid-19 pada anak-anak sangat rendah. Hal ini dinyatakan dalam penelitian baru dari peneliti  UCL dan universitas Bristol, York dan Liverpool.

Melansir dari Independent, analisis data kesehatan masyarakat di Inggris, yang disajikan dalam tiga makalah berbeda, menemukan bahwa hanya 25 anak yang meninggal akibat Covid-19 hingga Februari 2021. Risiko absolut kematian akibat virus sama dengan satu banding 481.000. 

"Sekitar 5.830 dari empat juta anak-anak dan remaja telah dirawat di rumah sakit sejak awal pandemi," kata Dr Joseph Ward, penulis utama salah satu makalah dan rekan pelatihan di UCL Great Ormond Street Institute of Child Health.

Temuan awal ini telah diserahkan ke Komite Gabungan Vaksinasi dan Imunisasi Inggris (JCVI) yang memperdebatkan apakah akan meluncurkan vaksin Covid-19 kepada mereka yang berusia antara 12 hingga 17 tahun.

Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Salah satu studi kelompok menemukan bahwa 251 anak berusia di bawah 18 tahun di Inggris dirawat intensif dengan Covid-19 selama tahun pertama pandemi hingga akhir Februari 2021.

Para peneliti yang berusaha menentukan risiko absolut, mereka menyatakan bahwa hanya satu dari sekitar 50.000 anak berpeluang untuk dirawat di perawatan intensif dengan Covid-19.

Melihat secara terpisah pada PIMS-TS (sindrom peradangan langka pada anak-anak yang disebabkan oleh Covid-19) para peneliti menemukan bahwa 309 anak dirawat di perawatan intensif. Dengan kondisi ini, risiko absolut sama dengan satu dari 38.911.

"Studi baru ini menunjukkan bahwa risiko penyakit parah atau kematian akibat Sars-CoV-2 sangat rendah pada anak-anak dan remaja," kata Profesor Russell Viner, dari UCL Great Ormond Street Institute of Child Health. 

Analisis menunjukkan bahwa risikonya sedikit lebih tinggi pada orang muda yang paling rentan, seperti mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau tertekan dan cacat parah. Meskipun demikian, kelompok-kelompok ini risikonya tetap rendah secara keseluruhan.

"Orang-orang muda yang berisiko lebih tinggi adalah mereka yang juga berisiko lebih tinggi dari virus musim dingin atau penyakit lainnya  yaitu, orang-orang muda dengan berbagai kondisi kesehatan dan cacat kompleks," kata Prof Viner.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Pilu Suami Bunuh Diri Usai Istri Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Kisah Pilu Suami Bunuh Diri Usai Istri Meninggal Dunia Terpapar Covid-19

Surakarta | Jum'at, 09 Juli 2021 | 09:34 WIB

Desakan Jokowi Mundur Trending di Twitter: Mundur Lebih Bermartabat Daripada Diturunkan

Desakan Jokowi Mundur Trending di Twitter: Mundur Lebih Bermartabat Daripada Diturunkan

Banten | Jum'at, 09 Juli 2021 | 09:25 WIB

Kisah Pengawal Ambulans yang Tak Bisa Dilupakan Seumur Hidup

Kisah Pengawal Ambulans yang Tak Bisa Dilupakan Seumur Hidup

Jabar | Jum'at, 09 Juli 2021 | 09:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB