Perlukah Kita Dapat Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga? Ini Penjelasannya

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 14 Juli 2021 | 12:15 WIB
Perlukah Kita Dapat Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga? Ini Penjelasannya
Ilustrasi vaksin Covid-19 dosis ketiga. [Antara]

Suara.com - Pemerintah telah memutuskan untuk memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga untuk tenaga kesehatan. Mereka nantinya akan menerima vaksin Moderna yang didapat dari Amerika Serikat.

Saat ini umumnya setiap orang akan mendapatkan vaksin Covid-19 dengan dua dosis. Lantas, apakah kita akan butuh vaksin Covid-19 dosis ketiga?

Dilansir dari Times of India, penelitian yang dilakukan selama beberapa bulan sebelumnya telah menetapkan bahwa menunda dosis kedua vaksin Oxford-Astrazeneca memberikan respons kekebalan yang lebih kuat dan membuat vaksin bekerja lebih efektif.

Menurut pengamatan klinis yang lebih baru, kemungkinan vaksin Covid-19 dosis ketiga, yang dapat diberikan secara tertunda juga akan bekerja untuk meningkatkan kekebalan dan tingkat kemanjuran vaksin terhadap Covid-19.

Pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di RSUP M Djamil Padang. [Suara/ B. Rahmat]
Pelaksanaan vaksinasi bagi masyarakat umum di RSUP M Djamil Padang. [Suara/ B. Rahmat]

Studi yang menganjurkan manfaat penundaan dosis lanjutan dilakukan oleh Universitas Oxford, yang merupakan kelompok utama di balik pengembangan vaksin.

Pengamatan klinis, studi lanjutan yang menarik menetapkan bahwa dari semua vaksin, vaksin mRNA, seperti yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNtech dan Moderna dapat memberikan kekebalan seumur hidup terhadap virus corona dengan jadwal pemberian dosis yang teratur.

Sementara vaksin Astrazeneca telah terbukti efektif melawan strain mutan dan melewati standar keamanan vaksin WHO, vaksin ini memiliki kemanjuran yang kurang efektif dibandingkan dengan vaksin lain dan menawarkan peluang perlindungan yang lebih sedikit hanya dengan satu dosis vaksin.

Namun, studi Oxford, yang belum dipublikasikan, telah mengamati bahwa membagikan dosis ketiga vaksin menawarkan respons kekebalan yang jauh lebih kuat dengan vaksinasi dan mengarah pada peningkatan 'substansial' dalam antibodi yang tidak membahayakan kekebalan.

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa vaksin tersebut juga menawarkan tingkat respons dan perlindungan kekebalan yang sama ketika dosis kedua vaksin diberikan 10 bulan kemudian.

Secara keseluruhan, para peneliti telah menganjurkan pemberian dosis COVID-19 potensial ketiga.

Selain itu, juga telah dipelajari bahwa efek samping vaksin cenderung lebih dapat ditoleransi dengan baik, dengan insiden efek samping yang lebih rendah dilaporkan pada dosis vaksin kedua dan ketiga.

Lalu akankah kita butuh dosis ketiga?

Studi Oxford, yang belum ditinjau, adalah yang pertama dari studi sejenis tentang penggunaan dan kemampuan kerja dosis vaksin ketiga (tambahan), yang juga dapat berfungsi sebagai suntikan vaksin.

Meski ada kekhawatiran varian of concern (VOC) dan strain mutan yang lebih baru mulai berperan, ahli virologi dan ahli epidemiologi semakin mendesak perlunya suntikan vaksin COVID-19 untuk memastikan antibodi yang dihasilkan vaksin.

Ini nantinya menjadi faktor pendorong untuk kekebalan kawanan tidak berkurang, dan sebaliknya cukup mampu untuk memberikan kekuatan kekebalan tambahan terhadap jenis virus yang mematikan.

Misalnya, sementara awalnya, vaksin Oxford-Astrazeneca telah ditemukan lebih dari 81-90% efektif terhadap varian Alpha (strain SARS-COV-2 asli), kemanjuran vaksin turun menjadi 64-70% dengan Delta strain (dosis pertama hanya menawarkan perlindungan 34%).

Dengan munculnya varian yang lebih baru, ketersediaan booster, atau dosis ketiga akan menawarkan beberapa tingkat kepastian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

INFOGRAFIS: Perbedaan Varian Covid-19 Delta, Delta Plus, Lambda dan Kappa

INFOGRAFIS: Perbedaan Varian Covid-19 Delta, Delta Plus, Lambda dan Kappa

Infografis | Rabu, 14 Juli 2021 | 12:08 WIB

15 Juli, Jokowi Bagi-bagi 300 Ribu Paket Obat COVID-19 Gratis untuk Pasien Corona

15 Juli, Jokowi Bagi-bagi 300 Ribu Paket Obat COVID-19 Gratis untuk Pasien Corona

Bali | Rabu, 14 Juli 2021 | 12:08 WIB

Curhat Siswi SMA Kepada Jokowi, Rindu Masuk Sekolah hingga Gangguan Sinyal Belajar Daring

Curhat Siswi SMA Kepada Jokowi, Rindu Masuk Sekolah hingga Gangguan Sinyal Belajar Daring

News | Rabu, 14 Juli 2021 | 12:05 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB