alexametrics

Mana Vaksin yang Paling Efektif Lawan Varian Delta? Simak Ulasan Dokter Adam

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Mana Vaksin yang Paling Efektif Lawan Varian Delta? Simak Ulasan Dokter Adam
Ilustrasi Vaksin Covid

Berikut ulasan dokter Adam tentang berbagai vaksin Covid-19.

Suara.com - Virus corona varian Delta telah menjadi varian yang mengkhawatirkan seluruh dunia. Varian ini  dinyatakan lebih menular daripada varian-varian sebelumnya. 

"Varian Delta merupakan varian virus penyebab Covid-19 yang diduga berperan dalam peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini. Jumlah varian Delta yang terdeteksi di Indonesia juga makin ke sini semakin banyak ditemukan," tulis dokter Adam Prabata, dokter umum yang kini menempuh PhD  di Kobe University, melalui Instagramnya. 

"Efektivitas vaksin Covid-19 terhadap varian Delta merupakan pertanyaan yang ada di benak setiap masyarakat Indonesia," imbuhnya. 

1. Vaksin Moderna

Baca Juga: Soal Kasus Covid, Susi Pudjiastuti Sindir Luhut: Katanya Kemarin Terkendali

Dalam hal ini, dokter Adam menguraikan berbagai efektivitas vaksin dalam mencegah Covid-19. Ia menunjukkan bahwa vaksin Moderna 72 persen efektif untuk mencegah Covid-19 yang bergejala dan 96 persen efektif untuk pasien Covid-19 rawat inap. 

2. Vaksin AstraZeneca

Efektivitas vaksin AstraZeneca dalam menangkal Covid-19 bergejala persentasenya 60 hingga 67 persen. Sementara untuk mencegah rawat inap, efektivitas vaksin ini mencapai 92 persen. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca (Antara/Moch Asim)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca (Antara/Moch Asim)

3. Vaksin Pfizer

Vaksin Pfizer memiliki efektivitas 79 hingga 88 persen dalam mencegah Covid-19 bergejala. Vaksin ini juga memiliki efektivitas 96 persen untuk mencegah rawat inap akibat Covid-19. 

Baca Juga: Polda Kalteng Sewa Hotel Untuk Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

"Efektivitas vaksin Sinovac dan Sinopharm untuk mencegah Covid-19 yang bergejala belum ada data," catat dokter Adam.

"Belum ada data bukan artinya vaksinya tidak bermanfaat, melainkan kita belum tahu pasti bagaimana efektivitas vaksin Sinovac dan Sinopharm terhadap varian Delta," imbuhnya.  

Komentar