Awas, Kebanyakan Waktu Layar Picu Masalah Kogntif pada Anak Lahir Prematur

Jum'at, 16 Juli 2021 | 15:00 WIB
Awas, Kebanyakan Waktu Layar Picu Masalah Kogntif pada Anak Lahir Prematur
Ilustrasi anak bermain gadget. (Unsplash.com)

Suara.com - Di antara anak usia 6 hingga 7 tahun yang lahir sangat prematur (sebelum minggu ke-28 kehamilan) dan memiliki lebih dari dua jam waktu layar sehari lebih cenderung mengalami defisit dalam IQ keseluruhan.

Mereka dilaporkan mengalami masalah pada fungsi eksekutif (keterampilan memecahkan masalah), kontrol impuls, dan perhatian. Hal ini dinyatakan dalamsebuah penelitian yang didanai oleh National Institutes of Health. 

Demikian pula, mereka yang nonton televisi atau komputer di kamar tidur mereka lebih mungkin memiliki masalah dengan kontrol impuls dan perhatian. Temuan menunjukkan bahwa jumlah waktu layar yang tinggi dapat memperburuk defisit kognitif dan masalah perilaku yang umum terjadi pada anak-anak yang lahir sangat prematur.

Melansir dari Medical Xpress, penelitian ini dilakukan oleh Betty R. Vohr, M.D., dan rekan-rekannya. Studi tersebut telah diterbitkan pada JAMA Pediatrics. 

Studi sebelumnya telah menghubungkan jumlah waktu layar yang tinggi di antara anak-anak yang lahir cukup bulan dengan masalah bahasa dan perkembangan, perilaku, dan masalah lainnya. Dalam studi saat ini, para peneliti menganalisis data dari studi anak-anak yang lahir pada 28 minggu atau lebih awal. 

Anak bermain gadget (Pixabay/Gemma Moll)
Anak bermain gadget (Pixabay/Gemma Moll)


Dari 414 anak, 238 memiliki lebih dari dua jam waktu layar per hari dan 266 memiliki televisi atau komputer di kamar tidur mereka. Dibandingkan dengan anak-anak dengan waktu layar lebih sedikit per hari, mereka dengan jumlah waktu layar yang tinggi mencetak defisit rata-rata hampir 8 poin pada skor persentil fungsi IQ secara keseluruhan. 

Mereka mengalami kira-kira 0,8 poin lebih rendah pada kontrol impuls (penghambatan) dan lebih dari 3 poin lebih tinggi pada kurangnya perhatian. Anak-anak dengan televisi atau komputer di kamar tidur mereka juga mendapat skor lebih rendah pada ukuran penghambatan, hiperaktif dan impulsif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI