Idap Kelainan Langka, Lelaki Ini Tertidur Selama 300 Hari dalam Setahun

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 17 Juli 2021 | 15:50 WIB
Idap Kelainan Langka, Lelaki Ini Tertidur Selama 300 Hari dalam Setahun
Ilustrasi tidur.

Suara.com - Akibat mengidap kelainan langka seorang lelaki asal India baru-baru ini jadi bahan pembicaraan internasional. Ia dikabarkan mengalami kondisi yang membuatnya tertidur selama 300 hari dalam setahun.

Fenomena ini dialami Pukharam, seorang warga setengah baya asal desa Bhadwa, Rajasthan yang diduga mengidap HPA axis hypersomnia, yaitu kelainan langka yang menyebabkan ia tertidur paling lama bisa mencapai 25 hari.

Tepatnya 23 tahun lalu, pertama kali Pukharam didiagnosa mengalami kelainan ini, rerata ia menghabiskan 15 jam untuk sekali waktu tidur. Tapi kian kemari atau tepatnya sejak 2015 keluarganya mulai menghitung jika durasi tidur Purkharam bukan lagi hitungan jam, melainkan hitungan hari.

Lelaki yang punya toko kecil itu rerata tidur 7 hingga 8 hari untuk satu waktu, dan kini kondisinya kian memburuk karena dalam satu waktu Pukharam tidur hingga 25 hari. Sehingga dari 365 hari, 300 hari di antaranya ia habiskan waktu untuk tidur.

Tips tidak telat datang ke kantor
Ilustrasi tidur. 

Karena kondisnya juga, toko lokal di desanya yang ia buka hanya beroperasi selama 5 hari dalam sebulan. Bahkan, tidak jarang ia tertidur saat sedang bekerja, jika sudah terjadi ia tidak bisa dibangunkan. Alhasil, keluarganya hanya membawanya pulang, memberi makan dan bahkan memandikannya saat ia tidur.

Akibat kebiasaan tidurnya yang aneh, lelaki berusia 42 tahun itu dijuluki Kumbhakarna oleh masyarakat Bhadwa, sebagaimana nama adik Ravan dalam legenda Ramayana, yang biasa tidur selama enam bulan dalam satu waktu.

Lichmi Devi, istri Purkharam bercerita suaminya pernah membuka toko pada hari Minggu setelah Purkharam tertidur selama 12 hari berturut-turut. Ini karena tidak ada yang tahu kapan Purkharam akan bisa membuka kembali tokonya, saat ia kembali mengalami hipersomnia.

Hingga kini, belum diketahui apa obat yang bisa diberikan untuk memperbaiki kondisi Purkharam. Bahkan pengobatan yang sudah dicoba bertahun-tahun yang membuatnya mengalami efek samping sakit kepala dan kelelahan tidak cukup membantu.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejak Muda Alami Gangguan Tidur Langka, Kisah Purkharam Viral

Sejak Muda Alami Gangguan Tidur Langka, Kisah Purkharam Viral

Kalbar | Sabtu, 17 Juli 2021 | 13:28 WIB

Kisah Pria yang Punya Kondisi Langka, Bisa Tidur hingga 300 Hari dalam Setahun

Kisah Pria yang Punya Kondisi Langka, Bisa Tidur hingga 300 Hari dalam Setahun

Lifestyle | Jum'at, 16 Juli 2021 | 15:39 WIB

Bobby Minta RS Rujukan di Medan Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Bobby Minta RS Rujukan di Medan Tambah Tempat Tidur Pasien Covid-19

Sumut | Kamis, 15 Juli 2021 | 23:00 WIB

Terkini

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

×