9 Manfaat Jalan Kaki yang Anda Belum Tahu, Salah Satunya Meningkatkan Mood

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 19 Juli 2021 | 05:46 WIB
9 Manfaat Jalan Kaki yang Anda Belum Tahu, Salah Satunya Meningkatkan Mood
Ilustrasi jalan kaki. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini, jalan kaki dikenal sebagai salah satu aktivitas fisik yang ampuh membantu membakar kalori. Jalan kaki juga dapat menjaga kesehatan tubuh, misalnya menjaga jantung tetap sehat, menurunkan risiko diabetes, serta mencegah obesitas. Tapi selain itu, jalan kaki juga memberikan manfaat lain yang mungkin Anda tak duga.

Jalan kaki, baik yang dilakukan dengan niat olahraga sambil mengenakan sepatu kets, jalan kaki di atas treadmill, atau jalan kaki santai sambil ngobrol bersama teman, memberi manfaat yang sama. Apa saja?

Inilah 9 manfaat yang akan Anda dapat begitu Anda mulai membiasakan diri jalan kaki setengah jam sehari, seperti dilansir dari Prevention.

1. Meningkatkan mood
Segelas wine atau satu batang cokelat mungkin bisa meningkatkan mood Anda yang sedang buruk. Tetapi, jalan kaki menawarkan manfaat yang sama tanpa membuat Anda mendapatkan tambahan kalori.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa hanya 10 menit jalan kaki dapat mengangkat semangat Anda. Efeknya mungkin lebih kuat jika Anda berjalan-jalan di tengah pepohonan atau tanaman hijau.

“Penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki secara teratur benar-benar mengubah sistem saraf Anda sehingga Anda akan mengalami penurunan emosi,” kata Melina B. Jampolis, M.D., penulis buku The Doctor on Demand Diet.

2. Memperpanjang umur
Satu penelitian menemukan bahwa orang yang melakukan 10 hingga 59 menit olahraga sedang (seperti jalan cepat) setiap minggu memiliki risiko kematian 18% lebih rendah selama masa studi dibandingkan dengan mereka yang tidak aktif. Sementara itu, orang yang menyelesaikan latihan mingguan 150 menit yang direkomendasikan dalam setidaknya 10 menit memiliki risiko kematian 31% lebih rendah. Penelitian lain menunjukkan semakin cepat Anda berjalan, semakin rendah juga risiko kematian.

3. Meningkatkan kekuatan otak
Dalam sebuah penelitian, pemindaian otak orang yang berjalan cepat selama satu jam tiga kali seminggu menunjukkan area pengambilan keputusan di otak mereka bekerja lebih efisien daripada orang yang menghadiri seminar pendidikan.
Penelitian lain menunjukkan bahwa ketika anak-anak menghabiskan 20 menit berjalan di atas treadmill, kinerja mereka pada tes akademik meningkat. Para ahli berpikir manfaat ini bisa jadi disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke otak saat olahraga.

4. Dapat membantu meringankan nyeri sendi
Bertentangan dengan apa yang mungkin Anda pikirkan, bahwa jalan kaki akan membuat nyeri sendi semakin parah, faktanya berjalan akan meningkatkan aliran darah ke area yang tegang dan membantu memperkuat otot-otot di sekitar persendian Anda.

Penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki setidaknya 10 menit sehari — atau sekitar satu jam setiap minggu — dapat mencegah kecacatan dan nyeri radang sendi pada orang dewasa yang lebih tua. Sebuah studi tahun 2019 di American Journal of Preventive Medicine mengikuti 1.564 orang dewasa berusia di atas 49 tahun dengan nyeri sendi tubuh bagian bawah. Peserta yang berjalan selama satu jam setiap minggu lebih mungkin untuk tetap bebas dari kesakitan empat tahun kemudian.

5. Menunda timbulnya varises
Seiring bertambahnya usia, risiko varises meningkat. Namun, berjalan kaki dapat mencegah varises berkembang, demikian dikatakan Luis Navarro, M.D., pendiri dan direktur The Vein Treatment Center di New York City.

"Sistem vena mencakup bagian peredaran darah yang dikenal sebagai 'jantung kedua', yang dibentuk oleh otot, vena, dan katup yang terletak di betis dan kaki kita," jelasnya.
“Sistem ini bekerja untuk mendorong darah kembali ke jantung dan paru-paru—dan berjalan memperkuat sistem peredaran darah sekunder dengan memperkuat dan menjaga otot kaki, yang meningkatkan aliran darah yang sehat,” katanya lagi.

Jika Anda sudah menderita varises, jalan kaki setiap hari dapat membantu meredakan pembengkakan, demikian ditambahkan dr. Navarro. Begitu juga jika Anda secara genetik cenderung memiliki varises dan/atau spider veins, berjalan kaki setiap hari dapat membantu menunda timbulnya varises.

6. Memperlancar pencernaan
Rutinitas jalan kaki di pagi hari dapat meningkatkan pergerakan usus Anda, kata Tara Alaichamy, D.P.T., seorang ahli terapi fisik di Cancer Treatment Centers of America.
“Salah satu hal pertama yang harus dilakukan pasien setelah operasi perut adalah berjalan kaki karena aktivitas ini menggunakan otot inti dan perut, mendorong gerakan dalam sistem pencernaan,” katanya.

7. Meningkatkan kreativitas
Apakah Anda tengah dihadapi kebuntuan dalam pekerjaan? Atau Anda sedang mencari solusi untuk masalah yang rumit? Penelitian menunjukkan bahwa jalan kaki dapat membantu. Menurut sebuah studi 2014 di Journal of Experimental Psychology, Learning, Memory, and Cognition, jalan-jalan bisa memicu kreativitas.

“Para peneliti memberikan tes berpikir kreatif kepada subjek saat duduk dan saat berjalan. Peneliti menemukan bahwa pejalan kaki akan berpikir lebih kreatif daripada mereka yang duduk,” kata Dr. Jampolis.

8. Meningkatkan kualitas tidur
Jika Anda berolahraga secara teratur, Anda akan tidur lebih nyenyak di malam hari. Itu karena tidur secara alami meningkatkan efek melatonin, hormon tidur. Sebuah studi tahun 2019 dari Sleep menemukan bahwa wanita pascamenopause yang melakukan aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang, tidur lebih baik di malam hari daripada mereka yang tidak banyak bergerak. Berjalan juga membantu mengurangi rasa sakit dan stres, yang dapat menyebabkan gangguan tidur.

9. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Di tengah panemi, banyak orang mencari cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Nah, jalan kaki tampaknya bisa jadi strategi. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang—khususnya jalan kaki—dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. Ini meningkatkan jumlah sel kekebalan yang menyerang patogen dalam tubuh kita, yang menurunkan risiko kita menjadi sakit parah akibat penyakit menular. Tidak hanya itu, jika Anda sakit, penelitian menemukan bahwa orang yang lebih banyak berjalan kaki menghabiskan lebih sedikit waktu di rumah sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jarang yang Tahu, Olahraga Jalan Cepat Bisa Cegah Kematian Dini Akibat Kurang Tidur

Jarang yang Tahu, Olahraga Jalan Cepat Bisa Cegah Kematian Dini Akibat Kurang Tidur

Health | Senin, 05 Juli 2021 | 16:06 WIB

Rutin Jalan Kaki 15 Menit Sehari, Ini 4 Manfaat yang Bisa Dirasakan

Rutin Jalan Kaki 15 Menit Sehari, Ini 4 Manfaat yang Bisa Dirasakan

Banten | Jum'at, 02 Juli 2021 | 17:25 WIB

Jalan Kaki 25 Km Sambil Gendong Anak, Perawat Ini Menyalurkan Vaksin ke Daerah Pelosok

Jalan Kaki 25 Km Sambil Gendong Anak, Perawat Ini Menyalurkan Vaksin ke Daerah Pelosok

News | Rabu, 23 Juni 2021 | 19:17 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB