Banyak yang Keliru, Ini Waktu Terbaik Pemberian Terapi Plasma Konvalesen Pasien Covid-19

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 21 Juli 2021 | 18:35 WIB
Banyak yang Keliru, Ini Waktu Terbaik Pemberian Terapi Plasma Konvalesen Pasien Covid-19
Petugas medis menyusun kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Penggunaan plasma konvalesen pagi pasien Covid-19 di Indonesia masih menjadi salah satu cara perawatan. Namun, menurut Inisiator Terapi Plasma Konvalesen (TPK) Dr dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi, masih sering terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

Salah satunya terkait waktu terbaik untuk memberikan terapi plasma konvalesen untuk pasien Covid-19. Lalu, kapan sebenarnya waktu terbaik pemberian terapi plasma konvalesen?

Ia menjelaskan, bahwa secara umum pemberian secara dini akan lebih memberikan efektivitas lebih tiggi.

"Yang paling spesifik lagi, terutama orang dengan komorbid itu 9 hari, yaitu dari seminggu pertama demam, atau 72 jam sejak pertama kali napasnya sesak," ujar Dokter Mo saat dihubungi Suara.com, Rabu (21/7/2021).

Ia melanjutkan, yang banyak terjadi, pasien Covid-19 baru diberikan plasma konvalesen ketika sudah dalam kondisi berat. Seperti salah satunya rendahnya saturasi.

Petugas medis memeriksa kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]
Petugas medis memeriksa kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

"Jadi yang terjadi sekarang ini napasnya sudah sesak, saturasi sudah sampai 50 kemudian datang ke rumah sakit ngantri, masuknya sudah parah, saturasi 50 berarti oksigenasi sudah kurang berapa hari, jadi organ organ sudah rusak. masuk rumah sakit ventilator, baru kalang kabut nyari plasma," kata dia.

Belum lagi, dalam situasi saat ini pasien Covid-19 harus antre untuk bisa masuk dan dirawat. Sehingga banyak yang tidak tertolong dan akhirnya meninggal.

"Ternyata harus antre, pas tes mau masuk, jadinya sudah meninggal, yang disalahkan plasmanya, padahal karena ketidakmengertian, baik dari tenaga medis, baik masyarakat awam," ujar Dokter Mo.

Ia menjelaskan, bahwa tujuan plasma konvalesen sendiri untuk menghilangkan virus corona, namun tidak bisa mengobati kerusakan organ dalam tubuh.

baca juga

"Karena penyebab kerusakan badai sitokin itu adalah virus, jadi pada Covid-19 sendiri stadium-stadiumnya seperti ini, kita diinfeksi oleh virus, kemudian tubuh mengadakan reaksi perlawanan, virus bereplikasi tambah banyak," jelas dokter Mo.

Ia menjelaskan, ketika virus corona telah bereplikasi menjadi lebih banyak, perlawanannya tentu akan lebih besar.

"Nah perlawanan itu ditandai dengan demam. Jadi demam, satu periode, saat virus memperbanyak diri. Semakin banyak virus, maka reaksi perlawanan tubuh makin hebat, timbul demam. Pada saat demam tentunya virusnya merusak paru paru," ujar dia.

Oleh sebab itu, ia menyarankan untuk memberikan terapi plasma konvalesen pada pasien dengan gejala ringa hingga sedang sedini mungkin.

"Badai sitokin akan terjadi karena virus, kalau virusnya abis dibunuh saat awal, badai sitokin tidak akan pernah terjadi, dan efek samping badai sitokin yang berupa pengentalan darah tidak akan terjadi itu fungsinya," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tenda Darurat COVID-19 RSUD Bekasi Dibongkar!

Tenda Darurat COVID-19 RSUD Bekasi Dibongkar!

Bekaci | Rabu, 21 Juli 2021 | 16:48 WIB

Ketua Satgas IDI Sebut Pasien Covid-19 Belum Turun Signifikan, RS Masih Penuh

Ketua Satgas IDI Sebut Pasien Covid-19 Belum Turun Signifikan, RS Masih Penuh

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 15:39 WIB

Bukan Untuk Semua, Ini Kriteria Pasien Covid-19 yang Bisa Terapi Plasma Konvalesen

Bukan Untuk Semua, Ini Kriteria Pasien Covid-19 yang Bisa Terapi Plasma Konvalesen

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 15:55 WIB

Terkini

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Tren Baru Wisata MICE, Ketika Agenda Bisnis Dipadukan dengan Pengalaman Liburan

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:42 WIB

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Persebaya Ditahan PSS, Bonek Panen Pujian Bentangkan Spanduk Save Kalimantan

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Tips Settingan Kamera Mode Pro Malam Hari HP Xiaomi, Hasil Foto Lebih Jernih

Tips Settingan Kamera Mode Pro Malam Hari HP Xiaomi, Hasil Foto Lebih Jernih

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Abu Membubung 500 Meter dan Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Abu Membubung 500 Meter dan Status Masih Siaga

Lampung | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:28 WIB

7 Tips Feng Shui agar Tidak Boros di Akhir Bulan, Mulai dari Pintu Masuk hingga Dompet

7 Tips Feng Shui agar Tidak Boros di Akhir Bulan, Mulai dari Pintu Masuk hingga Dompet

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:24 WIB

HP Rp3 Jutaan Rasa Flagship? Ini 4 Rekomendasi dengan Kamera Terbaik 200 MP dan OIS!

HP Rp3 Jutaan Rasa Flagship? Ini 4 Rekomendasi dengan Kamera Terbaik 200 MP dan OIS!

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:15 WIB

TPG Guru Non-ASN Ditargetkan Cair Senin, SP2D Disebut Sudah Siap

TPG Guru Non-ASN Ditargetkan Cair Senin, SP2D Disebut Sudah Siap

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Surplus Dagang RI Tembus US$7,25 Miliar, Kemendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Surplus Dagang RI Tembus US$7,25 Miliar, Kemendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Arti Kedutan Pipi Kanan dan Kiri Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Rezeki?

Arti Kedutan Pipi Kanan dan Kiri Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Rezeki?

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Modal 1.000 Botol dan 700 Galon Bekas, Perahu GWK Kelapa Gading Juara Festival Cilung

Modal 1.000 Botol dan 700 Galon Bekas, Perahu GWK Kelapa Gading Juara Festival Cilung

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 19:01 WIB

×