Bukan Untuk Semua, Ini Kriteria Pasien Covid-19 yang Bisa Terapi Plasma Konvalesen

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:55 WIB
Bukan Untuk Semua, Ini Kriteria Pasien Covid-19 yang Bisa Terapi Plasma Konvalesen
Petugas medis memeriksa kantong berisi plasma konvalesen dari pasien sembuh COVID-19 di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Suara.com - Donor plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 masih menjadi salah satu cara perawatan yang diberikan di Indonesia. Bahkan, belakangan kebutuhan akan plasma konvalesen meningkat seiring terus naiknya kasus Covid-19 di Indonesia.

Tapi, ada satu kesalahpahaman dalam pemberian donor plasma konvalesen untuk pasien Covid-19. Ternyata tidak semua pasein Covid-19 bisa menerima donor plasma konvalesen.

Lantas, apa kriteria pasien Covid-19 yang bisa menerima donor darah plasma konvalesen?

"Fungsi atau prinsip dasar dari TPK ini antibodi di dalam plasma berfungsi untuk membunuh virusnya, itulah sebabnya kenapa pemberian ini sebaiknya pada kondisi sedang atau atau ringan ke sedang Terutama pada pasien komorbid," ujar Inisiator Terapi Plasma Konvalesen (TPK) Dr dr Theresia Monica Rahardjo SpAn KIC MSi, kepada Suara.com, Rabu, (21/7/2021).

Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]
Prajurit TNI AD mendonorkan plasma darahnya di Unit Tranfusi Darah (UTD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, Selasa (18/8/2020). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Dokter Monica menjelaskan, bahwa antibodi plasma konvalesen sendiri adalah untuk membunuh virus yang telah masuk ke dalam tubuh, dan bukan untuk memperbaiki kerusakan organ.

"Inilah kesalahpahaman yang sering terjadi pada tenaga medis atau masyarakat awam. mereka berpikir plasma segala-galanya. Bisa membuat pasien pasien yang berat di ventilator, sudah bisa sembuh. Tidak begitu. Jadi plasma untuk membasmi virusnya," ujar Monica.

Monica menjelaskan, bahwa jika plasma konvalesen diberikan pada pasien yang telah menggunakan ventilator, mengalami kerusakan ginjal dan jantung, hal itu tidak akan bisa memperbaiki dampak yang terjadi.

"Memang diberikan plasma virusnya hilang. Tapi kerusakan organnya tetap ada, dan pasien tetap meninggal. Makanya banyak orang bilang, sudah dikasih plasma tapi tetap meninggal, ya karena cara pemakaiannya salah," kata Monica.

Ia mengatakan, bahwa pemakaian yang salah menyebabkan manfaat yang didapat tidak maksimal. Bahkan, kesalahan itu juga banyak dilakukan oleh tenaga kesehatan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Lama Antibodi Covid-19 Bertahan? Studi Ini Ungkap Faktanya

Berapa Lama Antibodi Covid-19 Bertahan? Studi Ini Ungkap Faktanya

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 15:10 WIB

Survei: Dua per Tiga Orang India Sudah Memiliki Antibodi Covid-19

Survei: Dua per Tiga Orang India Sudah Memiliki Antibodi Covid-19

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 14:39 WIB

PT Pelni Siapkan Kapal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Makassar

PT Pelni Siapkan Kapal Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Makassar

News | Rabu, 21 Juli 2021 | 14:39 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×