Bibir Bisa Cerminkan Masalah Kesehatan, Simak 5 Kondisi Berikut

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana | Suara.com

Kamis, 22 Juli 2021 | 11:13 WIB
Bibir Bisa Cerminkan Masalah Kesehatan, Simak 5 Kondisi Berikut
Ilustrasi bibir kering, pecah-pecah (Pixabay/dotigabrielf)

Suara.com - Saat menilai keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan, Anda mungkin melihat kulit, rambut, atau kuku Anda terlebih dahulu. Tetapi penting untuk memperhatikan bibir Anda karena dapat memberi tahu Anda lebih banyak tentang kesehatan dan kesejahteraan Anda,

"Meskipun tidak setiap gejala baru ada pada bibir, Anda perlu memperhatikannya karena beberapa penyakit serius menunjukkan tanda-tanda melalui bibir," kata  Dr. Annie Gonzalez, M.D., FAAD, dokter kulit bersertifikat di Riverchase Dermatology seperti yang dikutip dari Bustle

Melansir dari Bustle, berikut beberapa tanda masalah kesehatan yang ditandai pada kondisi bibir, antara lain:

1. Bibir Kering

Jika bibir Anda selalu kering dan pecah-pecah, itu bisa berarti ada sesuatu yang tidak beres dengan kesehatan Anda.

"Anda mungkin pernah mengalami bibir kering pada satu waktu atau yang lain," kata  Susan Massick, dokter kulit bersertifikat di The Ohio State University Wexner Medical Center, mengatakan kepada Bustle

Ilustrasi bibir kering [shutterstock]
Ilustrasi bibir kering [shutterstock]


"Ketika kulit Anda kekurangan kelembapan, itu menjadi kering dan hal yang sama terjadi pada bibir Anda," imbuhnya. 

2. Retak Di Sudut Bibir

Mengembangkan retakan di sudut mulut Anda bisa menjadi hal biasa, meskipun tidak menyenangkan. Tapi apa arti retakan berkepanjangan pada bibir Anda?

Retak-retak ini bisa disebabkan oleh beberapa hal. Sebagai permulaan, Anda mungkin mengalami kondisi yang disebut acnitic cheilitis di mana retakan merupakan tanda perubahan prakanker pada bibir yang biasanya akibat paparan sinar matahari kronis. 

"Kondisi ini berisiko kanker kulit jika tidak diobati," kata Massick. 

Cheilitis adalah kondisi lain di mana luka yang menyakitkan terbentuk di sudut dan terkadang di dalam mulut Anda. Mereka dapat disebabkan oleh malnutrisi atau infeksi jamur (dan dapat diobati dengan krim antijamur). 

Down Sindrom, diabetes, dan penyakit autoimun seperti penyakit Crohn atau Sindrom Sjögren dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini. 

Ilustrasi bibir. (Shutterstock)
Ilustrasi bibir. (Shutterstock)

3. Bibir Pucat Atau Perubahan Warna

Jika bibir Anda berubah dari kemerahan menjadi merah muda pucat, itu bisa menandakan kekurangan vitamin atau bahkan kanker kulit. Pucat yang tiba-tiba bisa menjadi tanda anemia defisiensi besi, yaitu ketika sel darah Anda tidak memiliki bahan yang mereka butuhkan untuk membuat hemoglobin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Tips Make Up untuk Pemula yang Wajib Diamalkan Agar Hasilnya Maksimal

7 Tips Make Up untuk Pemula yang Wajib Diamalkan Agar Hasilnya Maksimal

Lifestyle | Jum'at, 16 Juli 2021 | 21:31 WIB

Ketagihan Filler Bibir, Wanita Ini Mengaku Rela Dibenci Keluarga

Ketagihan Filler Bibir, Wanita Ini Mengaku Rela Dibenci Keluarga

Jogja | Senin, 12 Juli 2021 | 20:52 WIB

Paling Hits: Mahasiswi Ketagihan Suntik Filler Bibir, Dipecat Gegara Nggak Pakai Masker

Paling Hits: Mahasiswi Ketagihan Suntik Filler Bibir, Dipecat Gegara Nggak Pakai Masker

Lifestyle | Senin, 12 Juli 2021 | 09:08 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB