Negara-Negara Ini Mulai Setujui Pencampuran Vaksin Covid-19, Biar Apa?

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:53 WIB
Negara-Negara Ini Mulai Setujui Pencampuran Vaksin Covid-19, Biar Apa?
Ilustrasi Vaksin Covid-19 [Pixabay/PhotoLizM]

Suara.com - Negara-negara di seluruh dunia telah membuat kemajuan dalam vaksinasi Covid-19. Apalagi, setelah vaksin Covid-19 ini terbukti menjadi penyelamat nyata dengan mutasi virus virus.

Pencampuran dan pencocokan suntikan vaksin Covid-19 pun menjadi salah satu upaya baru untuk melawan virus corona Covid-19 beserta variannya. Maksudnya, seseorang disuntik dua jenis vaksin Covid-19 yang berbeda.

Beberapa negara, termasuk Thailand, Kanada, dan Indonesia yang menyetujui rencana untuk menawarkan alternatif ini kepada penerima vaksin Covid-19 campuran.

Mencampurkan kedua jenis vaksin Covid-19 ini mengacu pada proses pemberian satu merek vaksin Covid-19 untuk dosis pertama dan vaksin Covid-19 dari produk lain untuk suntikan kedua.

Saat varian Delta dari virus corona Covid-19 muncul dengan tingkat penyebaran dan penularan lebih cepat.

Para ahli berpendapat bahwa mencampurkan dua jenis vaksin Covid-19 yang berbeda berpotensi mencapai efektivitas yang lebih tinggi.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Dilansir dari Times of India, efektivitas dan kekebalan yang lebih tinggi akan membantu mengatasi serangan varian Delta virus corona Covid-19. Padu padan vaksin virus corona juga menjadi sasaran berbagai penelitian dan uji klinis di seluruh dunia.

Di samping penelitian yang masih berlangsung, kebijakan penggunaan vaksin virus corona yang berbeda telah didorong untuk digunakan di sejumlah negara.

Contohnya, negara Kanada dan Thailand yang sekarang ini mengelola vaksin Covid-19 campuran dan cocok sebagai bagian dari rezim dua dosis atau tiga dosis.

Selain itu, negara-negara seperti Bahrain, Bhutan, Italia, Thailand dan UEA telah mulai mencampur vaksin Covid-19 yang berbeda, dengan dosis prioritas yang ditawarkan kepada petugas kesehatan dan staf garis depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ahli Tegaskan Vaksin Covid-19 Tidak Mengandung Racun, Begini Paparannya

Ahli Tegaskan Vaksin Covid-19 Tidak Mengandung Racun, Begini Paparannya

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 20:08 WIB

Kasus Baru, Vaksin Covid-19 Pfizer Diduga Bisa Memicu Kelumpuhan Wajah, Ini Temuannya

Kasus Baru, Vaksin Covid-19 Pfizer Diduga Bisa Memicu Kelumpuhan Wajah, Ini Temuannya

Health | Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:00 WIB

Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Efektif Lawan COVID-19 Varian Delta

Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Efektif Lawan COVID-19 Varian Delta

Lampung | Kamis, 22 Juli 2021 | 17:15 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB