Kasus Baru, Vaksin Covid-19 Pfizer Diduga Bisa Memicu Kelumpuhan Wajah, Ini Temuannya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:00 WIB
Kasus Baru, Vaksin Covid-19 Pfizer Diduga Bisa Memicu Kelumpuhan Wajah, Ini Temuannya
Ilustrasi Vaksin Covid-19 Pfizer (Pexels/Gustavo)

Suara.com - Suntik vaksin Pfizer telah dikaitkan dengan Bell's palsy setelah seorang pria Inggris usia 61 tahun menderita kelumpuhan wajah. Sebelumnya, pria ini tidak memiliki riwayat kelumpuhan saraf wajah.

Namun, pria ini justru mengalami kelumpuhan wajah di sisi kanan wajah setelah 5 jam suntik vaksin Pfizer.

Dua hari setelah menerima suntikan kedua vaksin Pfizer, pasien mulai mengalami Bell's plasy yang lebih parah di sisi kiri wajahnya.

Hasil tes darah dan CT scan yang diambil selama episode pertama pasien tidak menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan.

Saat pasien mulai menemukan dua dosis vaksin Pfizer pada 6 minggu kemudian, ia mengalami kelumpuhan saraf wajah yang lebih parah.

Gejalanya berupa kesulitan menelan dan kesulitan menutupi mata bagian kiri sepenuhnya. Lalu, pasien itu datang ke UGD dan diberi resep steroid sebelum dirujuk ke Klinik Telinga dan Hidung Darurat.

"Terjadinya kelumpuhan wajah segera setelah suntik vaksin Covid-19 menunjukkan bahwa Bell's palsy berkaitan dengan vaksin Pfizer, meskipun hubungan sebab dan akibatnya belum jelas," kata dokter melalui jurnal BMJ Case Reports dikutip dari Express.

Ilustrasi vaksin Pfizer (pixabay)
Ilustrasi vaksin Pfizer (pixabay)

Bell's palsy ini terkait dengan peradangan dan pembengkakan saraf wajah, karena penumpukan atau pembentukan akibat virus menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi wajah.

"Dari kasus ini, setiap orang disarankan diskusi mengenai vaksin mRNA dengan dokter umum untuk mempertimbangkan risiko dan manfaatnya yang bisa diperoleh," jelasnya.

baca juga

Sedangkan, dua studi terpisah yang diterbitkan dalam JAMA Otolaryngology-Head and Neck surgery menunjukkan bahwa vaksin Pfizer belum dikaitkan dengan risiko Bell's plasy yang lebih tinggi. Berbeda dengan virus corona Covid-19, yang bisa meningkatkan risiko kondisi tersebut.

Satu studi dengan 110 orang di Israel yang menerima vaksin Pfizer juga telah berusaha mencuri tahu hal tersebut.

Studi itu menemukan 37 orang di antaranya mengembangkan kondisi ini rata-rata 9 hari setelah suntikan pertama dan 14 hari setelah suntikan kedua vaksin Pfizer.

Tapi, para peneliti menyimpulkan bahwa vaksin Pfizer itu sendiri tidak bisa meningkatkan risiko Bell's palsy setelah memperhitungkan faktor risiko yang mendasari penyakit tersebut.

"Data kami menunjukkan bahwa tingkat kelumpuhan saraf wajah lebih tinggi pada pasien yang positif Covid-19. Secara keseluruhan, kondisi ini mendukung bahwa vaksin Pfizer itu aman dari sudut pandang kelumpuhan saraf wajah," kata Dr Akina Tamaki, dari University Hospitals Cleveland Medical Center.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Sebab Kemenkes Kasih Vaksin Covid-19 Sinovac Untuk Anak

Ini Sebab Kemenkes Kasih Vaksin Covid-19 Sinovac Untuk Anak

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 08:10 WIB

Adakah Efek Jangka Panjang Vaksin Covid-19? Ini Kata Ahli!

Adakah Efek Jangka Panjang Vaksin Covid-19? Ini Kata Ahli!

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 16:00 WIB

Studi Ungkap Vaksin Covid-19 Ini Kurang Efektif Lawan Virus Corona Varian Delta

Studi Ungkap Vaksin Covid-19 Ini Kurang Efektif Lawan Virus Corona Varian Delta

Health | Rabu, 21 Juli 2021 | 17:55 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×