alexametrics
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Benarkah Vaksin Mengandung Racun Berbahaya?

Dany Garjito | Nur Afitria Cika Handayani
CEK FAKTA: Benarkah Vaksin Mengandung Racun Berbahaya?
Fakta tentang vaksin yang disebut mengandung racun berbahaya. (Turnbackhoax.id)

Fakta soal vaksin yang disebut mengandung racun berbahaya.

Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan vaksin menandung racun berbahaya. Narasi tersebut diunggah oleh akun Twitter @Ibeen16.

Akun tersebut mengunggah video yang memperlihatkan seorang pria bernama 'Dr. Peter McCullough'.

Dalam video itu, McCullough mempermasalahkan vaksinasi yang dilakukan pemerintah.

Berdasarkan terjemahan video tersebut, McCullough mengatakan 'racun' sebanyak 2 kali yang mana kata 'racun' mengarah pada vaksin.

Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Mata Pasien Covid-19 Diambil Tanpa Sepengetahuan Keluarga?

Keterangan dalam unggahan tersebut juga menuliskan narasi tentang vaksin mengandung racun berbahaya.

Berikut narasi tersebut.

"Wajib simak sampai habis. Jangan mudah percaya kalau tidak percaya, apalagi cuman katanya katanya. Tetaplah dengan kata hatimu dan fakta-fakta. Di sini paham!".

Fakta tentang vaksin yang disebut mengandung racun berbahaya. (Twitter/Ibeen16)
Fakta tentang vaksin yang disebut mengandung racun berbahaya. (Twitter/Ibeen16)

Lantas, benarkah narasi tersebut?

PENJELASAN

Baca Juga: CEK FAKTA: TKA China Asyik Pesta Miras di Restoran saat PPKM?

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id--jaringan Suara.com, pernyataan McCullough adalah hoaks.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.