Satgas Covid-19: Tantangan Pandemi di 2021 Lebih Berat Daripada Tahun 2020

Vania Rossa

Jum'at, 30 Juli 2021 | 06:21 WIB
Satgas Covid-19: Tantangan Pandemi di 2021 Lebih Berat Daripada Tahun 2020
Ilustrasi covid-19. (Pexels)

Suara.com - Satgas Penanganan Covid-19 mengakui kalau kondisi pandemi Covid-19 tahun ini dirasa lebih sulit dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut terjadi lantaran penularan virus Corona telah semakin menyebar luas.

"Kalau dulu memang kasus dibawa dari luar Indonesia, yang membawa itu kan umumnya memiliki ekonomi yang baik, mungkin juga memiliki pendidikan yang lebih tinggi, maka umumnya penularan mungkin masih di tengah kota. Tetapi dengan makin panjangnya ke sini, terjadi sebuah persentuhan atau pertemuan antara semua orang, maka sekarang sudah sampai ke daerah kampung, desa yang mana daerahnya padat," jelas Kasubbid Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 dr. Khusmedi Priharto, Sp.OT., dalam webinar daring, Kamis (29/7/2021).

Tahun lalu, penularan lebih banyak terjadi di tempat umum seperti kantor ataupun pasar. Namun kondisi saat ini, kata Khusmedi, lebih banyak terjadi penularan klaster keluarga.

Sehingga jika ada satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka otomatis seluruh anggota keluarga ikut tertular.

"Maka klasternya jadi banyak sekali, pemerintah harus siap dengan kondisi seperti itu. Maka perlu sekali pengertian para lurah untuk mencerdaskan masyarakat, bagaimana Covid ini menular dari satu orang ke orang yang lain. Kemudian bagaimana mempertahankannya supaya kita tidak jadi sakit itu sampai tahap penularan," ucapnya.

Tetapi persoalan tidak hanya pada pencegahan penularan. Khusmedi mengatakan, beberapa orang yang telah sembuh dari infeksi Covid-19 pun masih berisiko alami gejala sisa yang dalam jangka waktu panjang mempengaruhi tingkat kualitas masyarakat.

Menurut Khusmedi, menyelesaikan persoalan gejala sisa pada penyintas Covid-19 juga tidak mudah. Karena virus menyerang organ pernapasan sehingga diperlukan rehabilitasi supaya seseorang kembali sehat seperti semula.

"Meskipun memang tidak semuanya seperti itu. Buat mereka yang tertangani dengan baik dan masih muda mungkin oke, tapi yang memiliki komorbid kemudian usia lanjut, itu akan jadi masalah. Demikian juga pada anak-anak," ujar Khusmedi.

Dampak panjangnya, jika makin banyak orang yang positif Covid-19 kemudian mengalami gejala sisa, kondisi itu bisa berakibat lonjakan biaya pada sistem kesehatan masyarakat.

baca juga

"Padahal dengan adanya kesehatan dengan BPJS sudah agak lumayan. Sekarang ada lagi hambatan baru dengan Covid-19 dan pemerintah harus memutar kepala darimana pembiayaan kalau semuanya dibebankan kepada pemerintah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Pemerintah Lamban dan Abai, Indonesia Bisa jadi Negara Terakhir Bebas Covid

Gara-gara Pemerintah Lamban dan Abai, Indonesia Bisa jadi Negara Terakhir Bebas Covid

News | Kamis, 29 Juli 2021 | 14:18 WIB

Waduh, Denny Darko Ramalkan Lebaran di Tahun Ini Masih dalam Suasana Pandemi Covid-19

Waduh, Denny Darko Ramalkan Lebaran di Tahun Ini Masih dalam Suasana Pandemi Covid-19

Jabar | Kamis, 29 Juli 2021 | 12:21 WIB

Sulit Keluar dari Pandemi, Politisi Partai Demokrat: Masih Nego dengan Para Buzzer

Sulit Keluar dari Pandemi, Politisi Partai Demokrat: Masih Nego dengan Para Buzzer

Surakarta | Kamis, 29 Juli 2021 | 12:20 WIB

Terkini

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:25 WIB

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

×