alexametrics

Jangan Ragu Vaksin Covid-19, Varian Delta Lebih Berbahaya bagi Ibu Hamil!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Jangan Ragu Vaksin Covid-19, Varian Delta Lebih Berbahaya bagi Ibu Hamil!
Ilustrasi Ibu Hamil. (Pixabay/Cparks)

Virus corona Covid-19 varian Delta justru lebih berbahaya ketika menyerang ibu hamil.

Suara.com - Virus corona varian Delta yang disebut lebih menular dibandingkan jenis lainnya ini bisa menyebabkan risiko parah bagi ibu hamil. Karena itu, semua ibu hamil perlu suntik vaksin Covid-19.

Berdasarkan data dari Universitas Oxford menunjukkan varian Delta bisa menyebabkan penyakit serius pada ibu hamil. Sedangkan, hampir semua ibu hamil yang dirawat di rumah sakit karena virus corona Covid-19 belum vaksin Covid-19.

Setengan dari ibu hamil yang terinfeksi virus corona Covid-19 dan dibawa ke rumah sakit mengalami infeksi sedang hingga berat. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebanyak seperempat dibandingkan gelombang pertama pandemi.

"Ini adalah berita baik karena sangat sedikit ibu hamil yang vaksinasi yang dirawat di rumah sakit karena virus corona Covid-19," kata Marian Knight, kepala peneliti studi tersebut dikutip dari The Sun.

Baca Juga: Dokter Temukan 2 Gejala Virus Corona Covid-19 di Sekitar Wajah

Tapi, jumlah ibu hamil yang dirawat di rumah sakit akibat virus corona Covid-19 sekarang sudah meningkat. Menurut Marian Knight, ibu hamil nampaknya berisiko menderita gejala parah bila terinfeksi varian Delta.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian delta (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, varian delta (Unsplash/CDC)

Karena, ibu hamil memang berisiko menderita penyakit serius bila terinfeksi virus corona Covid-19. Dr Richard Cree mengungkapkan bahwa 95 persen ibu hamil yang rawat inap di rumah sakit itu belum vaksinasi.

Sebelumnya, Dr Cree, seorang konsultan perawatan intensif mendesak orang-orang untuk mengesampingkan keraguannya terhadap vaksin Covid-19.

"Ibu hamil dengan pneumonitis Covid-19 yang parah meningkatkan risiko bayi lahir mati atau bayi lahir prematur sehingga perlu menerima tawaran vaksinasi," jelasnya.

Hal ini dipengaruhi oleh perubahan sistem kekebalan selama kehamilan yang meningkatkan kemungkinan mengembangkan komplikasi serius.

Baca Juga: Waspadai Bintik Hitam pada Mata, Virus Corona Covid-19 Bisa Serang Retina

Untungnya, Dr Cree mengatakan sebagain besar ibu hamil yang positif Covid-19 ini hanya membutuhkan oksigen aliran tinggi atau CPAP (Continuous positive airway pressure), bukan ventilator.

Komentar