Ahli: Oksimeter Kurang Akurat pada Orang Kulit Hitam dan Cokelat

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:42 WIB
Ahli: Oksimeter Kurang Akurat pada Orang Kulit Hitam dan Cokelat
Oksimeter (Unsplash)

Suara.com - Menurut otoritas kesehatan Inggris, monitor oksigen atau oksimeter kurang akurat untuk orang kulit hitam dan cokelat. Hal ini yang membuat National Health Service (NHS) Inggris mengubah panduan mereka dalam penggunaan oksimeter. 

Melansir dari Independent, NHS Inggris dan Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) menyatakan bahwa oksimeter dapat melebih-lebihkan jumlah oksigen pada orang yang memiliki warna kulit lebih dalam atau gelap.

Oksimeter biasanya dijepitkan ke jari seseorang. Perangkat bekerja melalui kulit untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Lebih dari 300.000 oksimeter dikirim oleh NHS Inggris kepada pasien Covid-19 agar dapat memantau kadar oksigen mereka di rumah jika melakukan isolasi mandiri.

Situs web NHS telah diperbarui panduannya dengan klarifikasi untuk pengguna oksimeter yang memiliki kulit gelap pada laman resmi mereka.

"Ada beberapa laporan (oksimeter) mungkin kurang akurat jika Anda memiliki kulit cokelat atau hitam. Mereka mungkin menunjukkan pembacaan yang lebih tinggi dari tingkat oksigen dalam darah Anda," catat NHS di laman resmi mereka. 

Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)


"Anda masih harus menggunakan oksimeter denyut jika Anda telah diberikan satu. Yang penting adalah memeriksa kadar oksigen darah secara teratur untuk melihat apakah pembacaan Anda turun," imbuhnya. 

NHS juga mengatakan bahwa perubahan dalam pembacaan oksimeter biasa harus dicatat dari waktu ke waktu, bukan hanya pembacaan pertama yang diperhitungkan.

"Dengan melihat perubahan dalam pembacaan dan bukan hanya satu pembacaan, itu berarti bahwa meskipun oksimeter tidak sepenuhnya akurat, masih mungkin untuk melihat apakah kadar oksigen turun," catat NHS. 

Dokter Habib Naqvi, direktur NHS Race and Health Observatory, mengatakan kepada program Radio 4's Today bahwa kekhawatiran tentang keandalan oksimeter ketika digunakan pada orang dengan warna kulit yang lebih dalam telah meningkat selama beberapa waktu.

baca juga
pulse oximeter di rumah (Freepik)
pulse oximeter di rumah (Freepik)

"Kami memiliki semakin banyak bukti yang menyoroti inkonsistensi dalam pembacaan oksimeter denyut nadi di antara mereka yang memiliki warna kulit lebih gelap," kata dokter Haqvi.

"Itu tidak dapat dan tidak boleh diabaikan, terutama selama pandemi Covid-19 saat ini yang secara signifikan memiliki dampak yang tidak proporsional pada orang kulit hitam dan etnis minoritas," imbuhnya. 

Perubahan panduan NHS terjadi setelah NHS Race and Health Observatory menerbitkan ulasan tentang keakuratan oksimeter pada bulan April.

Ulasan oleh Dokter Olamide Dada dari Cardiff University School of Medicine, mengutip bukti lewat lebih dari 30 tahun pembacaan yang tidak akurat bagi mereka yang memiliki warna kulit lebih dalam atau gelap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lekas Membaik! Jumlah Kunjungan Wisatawan di Kepri Mulai Meningkat

Lekas Membaik! Jumlah Kunjungan Wisatawan di Kepri Mulai Meningkat

Batam | Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:24 WIB

Vaksinasi Covid-19 bagi Penyandang Disabilitas Jadi Prioritas, Kemensos Lakukan Hal Ini

Vaksinasi Covid-19 bagi Penyandang Disabilitas Jadi Prioritas, Kemensos Lakukan Hal Ini

News | Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:16 WIB

Pengertian Tes Covid-19 PCR, Rapid Test Antigen, Antibodi, GeNose, Cara Kerja & Akurasinya

Pengertian Tes Covid-19 PCR, Rapid Test Antigen, Antibodi, GeNose, Cara Kerja & Akurasinya

Health | Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:09 WIB

Terkini

Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Dari Ruang Belajar Hingga Potensi Lokal, PNM Dukung Perempuan Pontianak Kembangkan Usaha

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Saat Gen Z Bertemu 'Polisi Bahasa': Butuh Ruang Diskusi, Bukan Penghakiman

Saat Gen Z Bertemu 'Polisi Bahasa': Butuh Ruang Diskusi, Bukan Penghakiman

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Rekomendasi HP yang Sudah Support eSIM Terbaru: Praktis dan Bebas Repot Tanpa Kartu Fisik

Rekomendasi HP yang Sudah Support eSIM Terbaru: Praktis dan Bebas Repot Tanpa Kartu Fisik

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:58 WIB

Gebrakan Mbah Condro! Polresta Solo Ungkap Jaringan Eksploitasi Anak, 14 Tersangka Diciduk

Gebrakan Mbah Condro! Polresta Solo Ungkap Jaringan Eksploitasi Anak, 14 Tersangka Diciduk

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Sulawesi Selatan Jadi Sorotan: Kasus Kusta Tinggi, 10.000 Orang Diberi Obat

Sulawesi Selatan Jadi Sorotan: Kasus Kusta Tinggi, 10.000 Orang Diberi Obat

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Industri RI Ditantang Lebih Produktif

Ekspor Gas ke Singapura Dipangkas, Industri RI Ditantang Lebih Produktif

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:55 WIB

JAMAK Beri Masukan RUU Perampasan Aset: Negara Tak Boleh Suuzon ke Pejabat Kaya Mendadak

JAMAK Beri Masukan RUU Perampasan Aset: Negara Tak Boleh Suuzon ke Pejabat Kaya Mendadak

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Geger di Siak, Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Luka di Leher

Geger di Siak, Wanita Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dengan Luka di Leher

Riau | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Peternak Ayam Petelur Ngeluh Harga Jual Anjlok, Mentan Amran Tawarkan Kasih ke MBG

Peternak Ayam Petelur Ngeluh Harga Jual Anjlok, Mentan Amran Tawarkan Kasih ke MBG

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:48 WIB

×