Awas, Orang yang Sudah Vaksin Covid-19 Masih Bisa Tularkan Varian Delta

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:35 WIB
Awas, Orang yang Sudah Vaksin Covid-19 Masih Bisa Tularkan Varian Delta
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Suara.com - Vaksin Covid-19 memang telah menurunkan risiko rawat inap dan tingkat keparahan infeksi virus corona Covid-19. Tapi, berbagai varian virus corona Covid-19 telah menjadi ancaman baru, termasuk pada orang yang sudah vaksin Covid-19.

Karena, orang yang sudah suntik vaksin Covid-19 tetap tidak sepenuhnya kebal dari virus corona Covid-19. Mereka juga masih berisiko menyebarkan virus corona Covid-19 itu ke orang lain.

Vaksin Covid-19 memberikan perlindungan bagi orang-orang sekitar 95 persen setelah suntikan kedua. Data juga menunjukkan vaksin Covid-19 mampu mengurangi penularan virus corona Covid-19 lebih dari 80 persen dalam beberapa kasus.

Dengan demikian dilansir dari Express, mereka yang sudah vaksin Covid-19 masih bisa menginfeksi atau menularkan virusnya ke orang lain ketika bersin atau batuk.

Apalagi, varian Delta juga telah menambah bahaya pandemi virus corona Covid-19. Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) memberikan saran baru mengenai pemakaian masker pada data dari infeksi terobosan.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)

Dalam kasus ini, virus corona Covid-19 bisa menembus pertahanan tubuh yang terbentuk setelah vaksin Covid1-19. Penelitian terbaru CDC juga telah menemukan konsentrasi Covid-19 yang signifikan di hidung dan tenggorokan orang yang suntik vaksin Covid-19.

Meskipun badan tersebut belum mempublikasikan temuannya, mereka mengatakan orang yang sudah vaksin Covid-19 dan terinfeksi virus corona berisiko menularkan penyakitnya ke orang lain, seolah-olah mereka belum mengembangkan kekebalan.

Karena itu, CDC menyarankan orang yang sudah vaksin Covid-19 tetap memakai masker dan menjaga jarak sosial. Tapi, temuan ini bukan berarti vaksin Covid-19 tidak layak dipakai.

Frances Lund, seorang ahli imunologi virus yang berbasis di University of Alabama di Birmingham di AS, mengatakan suntikan vaksin Covid-19 tetap dibutuhkan. Vaksin Covid-19 tetap bekerja melindungi kita, tetapi tidak membuat orang kebal dari virus corona Covid-19 sepenuhnya.

baca juga

Vaksin Covid-19 bertindak dengan cara memasuki aliran darah melalui jaringan otot dan tetap di sana menunggu infeksi potensi. Sementara itu, virus corona menginfeksi tubuh dengan membuat rumahnya di hidung dan tenggorokan.

Ketika virus corona mencoba menginfeksi paru-paru, antibodi yang terbentuk setelah vaksin Covid-19 akan menendangnya. Di situlah letak aspek vaksin Covid-19 paling bermanfaat, tidak membuat orang kebal tapi bisa menurunkan risiko infeksi parah hingga kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Pasien Covid-19 Berisiko Alami Serangan Jantung Dalam 2 Minggu

Studi: Pasien Covid-19 Berisiko Alami Serangan Jantung Dalam 2 Minggu

Health | Selasa, 03 Agustus 2021 | 15:45 WIB

Awas, Orang yang  Sudah Dapat Vaksinasi Covid-19 Masih Bisa Jadi Pembawa Virus Corona

Awas, Orang yang Sudah Dapat Vaksinasi Covid-19 Masih Bisa Jadi Pembawa Virus Corona

Health | Selasa, 03 Agustus 2021 | 12:01 WIB

Asal Usul Delta Plus, Varian COVID-19 Paling Bahaya Saat Ini

Asal Usul Delta Plus, Varian COVID-19 Paling Bahaya Saat Ini

Bekaci | Selasa, 03 Agustus 2021 | 11:20 WIB

Terkini

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

×