Kasus COVID-19 Tembus 1.700 Perhari, Korea Selatan Waspadai Liburan Musim Panas

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 04 Agustus 2021 | 16:30 WIB
Kasus COVID-19 Tembus 1.700 Perhari, Korea Selatan Waspadai Liburan Musim Panas
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan tengah menimbang untuk memperketat aturan pertemuan dan perjalanan, di tengah peningkatan kasus COVID-19 dalam beberap pekan terakhir.

Dilansir ANTARA, kasus diprediksi meningkat lebih tinggi akibat munculnya varian baru yang bertepatan dengan jadwal liburan musim panas.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mencatat 1.725 kasus pada Selasa (3/8/2021), naik lebih dari 500 dari sehari sebelumnya, karena lebih banyak tes dilakukan setelah akhir pekan.

Total infeksi naik menjadi 203.926, dengan 2.106 kematian.

Penghitungan harian mencapai yang tertinggi yaitu 1.895 minggu lalu, sebagian didorong oleh varian Delta yang lebih menular, di mana gelombang COVID-19 keempat menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda.

Ilustrasi suasana kota Seoul di malam hari. (Pixabay)
Ilustrasi suasana kota Seoul di malam hari. (Pixabay)

Otoritas kesehatan khawatir bahwa orang-orang melakukan perjalanan sekitar 6,4 persen lebih banyak minggu lalu dibandingkan dengan minggu sebelumnya, atau sekitar 34 persen lebih banyak dari pada awal Januari, di wilayah di luar ibu kota Seoul dan daerah sekitarnya.

Orang-orang melakukan perjalanan sebagian besar untuk liburan musim panas.

"Pergerakan di wilayah tersebut telah meningkat selama tiga minggu berturut-turut," kata pejabat kesehatan senior Lee Gi-il dalam sebuah pengarahan.

"Ada kelelahan karena jarak yang lama, dan ini adalah musim liburan musim panas," paparnya.

Baca Juga: Studi: Orang yang Vaksinasi Berisiko Kecil Kena Covid-19

Pemerintah memperketat pembatasan jarak sosial pekan lalu di sebagian besar negara selama dua minggu menjelang puncak periode liburan musim panas.

KDCA mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya telah mendeteksi dua kasus pertama varian Delta Plus di Korea Selatan, sub-garis keturunan dari varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India.

Hanya segelintir negara, termasuk Inggris, Portugal dan India, yang telah melaporkan kasus Delta Plus sejauh ini.

Delta Plus masih dipelajari, tetapi beberapa ilmuwan mengatakan itu mungkin lebih menular.

Otoritas kesehatan mengatakan beberapa vaksin utama bekerja melawan varian Delta.

Korea Selatan akan mulai menerima reservasi untuk vaksin dari sekitar 2 juta kelompok prioritas di antara orang-orang berusia 18-49 pada Rabu malam, termasuk mereka yang cacat, pegawai di pusat kebugaran dan pekerja di pendidikan swasta, petugas pengiriman, pembersih jalan, dan karyawan "call center".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI