Kenapa WHO Masih Belum Bisa Temukan Asal-Usul Virus Corona Covid-19?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:55 WIB
Kenapa WHO Masih Belum Bisa Temukan Asal-Usul Virus Corona Covid-19?
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Suara.com - Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan kunjungan tingkat tinggi ke China pada Januari lalu, dunia masih belum tahu sebab asal usul virus corona Covid-19 bisa menyebar dan jadi pandemi.

“Pada titik ini kami tidak lebih maju dari tahun lalu,” kata Nikolai Petrovsky, pakar vaksin di Universitas Flinders di Adelaide, Australia, dan salah satu dari 26 pakar global yang menandatangani surat terbuka, yang diterbitkan pada Kamis (23/3). 4), seperti dilansir dair Channels News Asia. 

Pada bulan Januari, tim ilmuwan yang dipilih oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengunjungi rumah sakit dan lembaga penelitian di Wuhan, kota di China tengah tempat virus corona diidentifikasi, untuk mencari petunjuk tentang asal-usul COVID-19.

Institut Virologi Wuhan. (Dok: Globat Times)
Institut Virologi Wuhan. (Dok: Global Times)

Tetapi misi itu mendapat kecaman, dengan para kritikus menuduh WHO terlalu mengandalkan kerja lapangan dan data China yang dikompromikan secara politis.

Anggota tim juga mengatakan China enggan membagikan data vital yang dapat menunjukkan COVID-19 beredar beberapa bulan lebih awal dari yang pertama kali dikenali.

Surat terbuka itu mengatakan misi WHO "tidak memiliki mandat, independensi, atau akses yang diperlukan untuk melakukan penyelidikan penuh dan tidak terbatas" ke semua teori tentang asal-usul Covid-19.

"Semua kemungkinan tetap ada di atas meja dan saya belum melihat satu pun data ilmiah independen yang mengesampingkan salah satu dari mereka," kata Petrovsky.

Pada konferensi pers untuk menandai berakhirnya kunjungan WHO ke Wuhan, kepala misi Peter Ben Embarek tampaknya mengesampingkan kemungkinan bahwa virus itu bocor dari laboratorium di Wuhan.

Tetapi Petrovsky mengatakan "tidak masuk akal" untuk mengesampingkan kemungkinan apa pun, dan mengatakan tujuan dari surat terbuka itu adalah "untuk mendapatkan pengakuan secara global bahwa belum ada yang mengidentifikasi sumber virus dan kami harus terus mencari.

"Kita butuh pikiran terbuka dan jika kita menutup beberapa jalan karena dianggap terlalu sensitif, bukan begitu cara kerja sains," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Stok Vaksin Covid-19 Kosong di Daerah, Kemenkes: Masih Aman

Bantah Stok Vaksin Covid-19 Kosong di Daerah, Kemenkes: Masih Aman

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 10:10 WIB

Menlu Retno Diskusi Dengan Perancis, Indonesia Dapat Jatah 3 Juta Vaksin Covid-19

Menlu Retno Diskusi Dengan Perancis, Indonesia Dapat Jatah 3 Juta Vaksin Covid-19

Batam | Kamis, 05 Agustus 2021 | 09:56 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Video Pria Berpeci Meninggal usai Hirup Napas Pasien Covid-19?

CEK FAKTA: Benarkah Video Pria Berpeci Meninggal usai Hirup Napas Pasien Covid-19?

News | Kamis, 05 Agustus 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB