alexametrics

CDC: Orang yang Tidak Vaksinasi Penuh 2 Kali Lebih Berisiko Infeksi Ulang!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
CDC: Orang yang Tidak Vaksinasi Penuh 2 Kali Lebih Berisiko Infeksi Ulang!
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Orang yang tidak suntik vaksin Covid-19 dua dosis lebih berisiko mengalami infeksi ulang.

Suara.com - Sebuah studi baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menemukan bahwa orang yang tidak suntik vaksin Covid-19 dosis lengkap berisiko alami infeksi ulang.

Studi ini diterbitkan sebagai bagian dari badan Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), yang meneliti ratusan warga. Studi ini pun menemukan bahwa orang yang tidak vaksinasi penuh kemungkinan 2,34 kali lebih berisiko reinfeksi dibandingkan orang yang sudah vaksinasi.

Mereka mengamati orang-orang usia 18 tahun ke atas dan terinfeksi virus corona Covid-19 pada 2020 lalu, kemudian mengalami infeksi ulang antara Mei dan Juni 2021 yang bersamaan dengan munculnya varian Delta.

"Jika Anda pernah terinfeksi virus corona Covid-19 sebelumnya, Anda tetap harus vaksinasi. Studi ini telah menunjukkan orang yang tidak vaksinasi 2 kali lebih berisiko terinfeksi ulang," kata Dr. Rochelle Walensky, Direktur Pusat Pengendalian Penyakit dikutip dari Fox News.

Baca Juga: Vaksin Flu Bisa Turunkan Risiko Sepsis dan Stroke akibat Virus Corona Covid-19

Menurut Dr. Rochelle, vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar, terutama ketika varian Delta ini lebih menular dan telah menyebar ke seluruh negeri.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Dr. Rochelle mengatakan virus corona varian Delta telah terbukti jauh lebih menular daripada virus corona Covid-19 aslinya. Ia mencatat varian itu menyebar luar biasa pada pertengahan Juli 2021.

Tapi, CDC menekankan bahwa vaksin Covid-19 tetap aman dan efektif sekaligus cara terbaik untuk mencegah infeksi virus corona varian Delta. MMWR juga menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan keberhasilan vaksin Covid-19 dalam mencegah rawat inap terkait virus corona Covid-19 di antara kelompok usia berisiko tinggi.

Studi kedua menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dan vaksin Moderna pada orang dewasa berusia 65-74 tahun memiliki tingkat efektivitas 96 persen dalam mencegah rawat inap. Tapi, tingkat efektivitas ini menurun hingga 91 persen pada orang lanjut usia 75 tahun.

Sementara, Vaksin Johnson & Johsnon memiliki tingkat efektivitas 85 persen pada kedua kelompok usia. Tingkat efektivitas vaksin Janssen itu masih 2 kali lipat dari rata-rata efektivitas suntikan flu.

Baca Juga: 10 Cara Sederhana Mencegah Virus Corona Covid-19, Wajib Dilakukan

Komentar