CDC: Orang yang Tidak Vaksinasi Penuh 2 Kali Lebih Berisiko Infeksi Ulang!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 07 Agustus 2021 | 18:00 WIB
CDC: Orang yang Tidak Vaksinasi Penuh 2 Kali Lebih Berisiko Infeksi Ulang!
Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Suara.com - Sebuah studi baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), menemukan bahwa orang yang tidak suntik vaksin Covid-19 dosis lengkap berisiko alami infeksi ulang.

Studi ini diterbitkan sebagai bagian dari badan Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR), yang meneliti ratusan warga. Studi ini pun menemukan bahwa orang yang tidak vaksinasi penuh kemungkinan 2,34 kali lebih berisiko reinfeksi dibandingkan orang yang sudah vaksinasi.

Mereka mengamati orang-orang usia 18 tahun ke atas dan terinfeksi virus corona Covid-19 pada 2020 lalu, kemudian mengalami infeksi ulang antara Mei dan Juni 2021 yang bersamaan dengan munculnya varian Delta.

"Jika Anda pernah terinfeksi virus corona Covid-19 sebelumnya, Anda tetap harus vaksinasi. Studi ini telah menunjukkan orang yang tidak vaksinasi 2 kali lebih berisiko terinfeksi ulang," kata Dr. Rochelle Walensky, Direktur Pusat Pengendalian Penyakit dikutip dari Fox News.

Menurut Dr. Rochelle, vaksinasi adalah cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar, terutama ketika varian Delta ini lebih menular dan telah menyebar ke seluruh negeri.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Dr. Rochelle mengatakan virus corona varian Delta telah terbukti jauh lebih menular daripada virus corona Covid-19 aslinya. Ia mencatat varian itu menyebar luar biasa pada pertengahan Juli 2021.

Tapi, CDC menekankan bahwa vaksin Covid-19 tetap aman dan efektif sekaligus cara terbaik untuk mencegah infeksi virus corona varian Delta. MMWR juga menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan keberhasilan vaksin Covid-19 dalam mencegah rawat inap terkait virus corona Covid-19 di antara kelompok usia berisiko tinggi.

Studi kedua menunjukkan bahwa vaksin Pfizer dan vaksin Moderna pada orang dewasa berusia 65-74 tahun memiliki tingkat efektivitas 96 persen dalam mencegah rawat inap. Tapi, tingkat efektivitas ini menurun hingga 91 persen pada orang lanjut usia 75 tahun.

Sementara, Vaksin Johnson & Johsnon memiliki tingkat efektivitas 85 persen pada kedua kelompok usia. Tingkat efektivitas vaksin Janssen itu masih 2 kali lipat dari rata-rata efektivitas suntikan flu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PHE: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Baru di Kolombia

PHE: Vaksin Covid-19 Kurang Efektif Lawan Varian Baru di Kolombia

Health | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 12:45 WIB

Vaksinasi Covid-19 bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Bandung

Vaksinasi Covid-19 bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Bandung

Foto | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 12:30 WIB

Peneliti Virus Dari Wuhan: Bersiap Hidup Berdampingan Dengan Virus Dalam Jangka Panjang

Peneliti Virus Dari Wuhan: Bersiap Hidup Berdampingan Dengan Virus Dalam Jangka Panjang

Batam | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 11:30 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×