Benarkah ASI Bisa Membuat Bayi Obesitas?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 08 Agustus 2021 | 11:37 WIB
Benarkah ASI Bisa Membuat Bayi Obesitas?
Ilustrasi bayi gemuk. (Shutterstock)

Suara.com - Air susu ibu atau ASI eksklusif sudah cukup untuk memenuhi kecukupan nutrisi bayi usia 0 hingga 6 bulan, karena mengandung kabohidrat, protein dan lemak. ASI memiliki kalori yang tinggi, yang baik untuk bayi.

Akibat kandungan kalori yang tinggi, tak sedikit yang menganggap bahwa ASI dapat membuat bayi obesitas. Ditambah dengan temuan beberapa bayi cenderung gemuk, terlihat dari tangan dan kakinya memiliki lipatan lemak atau populernya disebut 'roti sobek'. Namun, benarkah ASI bisa membuat bayi mengalami obesitas?

Pakar ilmu kesehatan anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Klara Yuliarti, SpA(K) mengatakan ASI berisiko kecil membuat bayi mengalami obesitas. Meskipun ia tidak menampik dari hasil temuannya, ada bayi berusia 6 bulan yang masuk kategori overweight atau berat badan berlebih.

"Jadi ada saya ingat, dari 100 bayi itu ada satu bayi yang beratnya mencapai 10 kilogram pada usia enam bulan. Kalau kita lihat tidak sampai obesitas. Kebetulan tinggi badannya juga baik, jadi perbandingan berat dan tingginya itu overweight," ujar dr. Klara dalam diskusi Pekan Imunisasi Sedunia 2021 bersama IMERI Universitas Indonesia, Sabtu (7/8/2021).

Dokter yang juga Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu menjelaskan jika komposisi atau kandungan ASI cenderung beragam mengikuti pola makan ibu dan sesuai kebutuhan bayi.

Tapi ia menyoroti pola menyusui yang cenderung membuat bayi mengalami berat badan berlebih.

"Jadi itulah pentingnya seorang ibu mengenali tanda lapar bayi," terang dr. Klara.

Banyak ibu yang akan menyusui bayinya setiap kali anaknya menangis. Padahal bisa jadi bayi menangis bukan karena lapar, tapi karena ingin digendong, cemas, atau tidak nyaman karena mengompol.

"Istilahnya begitu dia menangis langsung disusui. Padahal bayi itu menangis pengen digendong atau mungkin bosan," tutur dr. Klara.

baca juga

Dari data dan temuan itulah ia menyimpulkan bukan ASI yang menyebabkan obesitas atau kelebihan berat badan, melainkan pola menyusui sang ibu kepada bayinya.

Selanjutnya setelah bayi memasuki usia 6 bulan, komposisi ASI tidak lagi tinggi kalori. Ditambah bayi mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI), sehingga frekuensi menyusui akan mulai berkurang, dan bayi mulai belajar tengkurap, merangkak dan sebagainya. Allhasil berat badannya akan kembali normal.

"Tubuhnya itu akan akan bergerak menuju normal dan tentunya bayi juga sudah mulai banyak aktivitas. Jadi itu akan membaik, jadi jarang yang menyebabkan masalah sepanjang itu memang konsumsi ASI eksklusif," pungkas dr. Klara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Ibu Berhenti Memberi ASI Eksklusif untuk Bayinya? Ini Kata Dokter

Kenapa Ibu Berhenti Memberi ASI Eksklusif untuk Bayinya? Ini Kata Dokter

Health | Minggu, 08 Agustus 2021 | 10:53 WIB

ASI Ibu yang Positif Covid-19 Bisa Tularkan Virus Corona? Ini Faktanya

ASI Ibu yang Positif Covid-19 Bisa Tularkan Virus Corona? Ini Faktanya

Health | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 12:55 WIB

Pekan Menyusui Sedunia: Donor ASI Belum Punya Payung Hukum di Indonesia

Pekan Menyusui Sedunia: Donor ASI Belum Punya Payung Hukum di Indonesia

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 16:55 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×