Kemen PPPA Ingatkan, ASI yang Cukup Bisa Cegah Anak Jadi Stunting

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:55 WIB
Kemen PPPA Ingatkan, ASI yang Cukup Bisa Cegah Anak Jadi Stunting
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Pemberian ASI yang cukup berkorelasi dengan mencegah terjadinya stunting pada bayi. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyebutkan bahwa stunting masih termasuk permasalahan gizi pada anak yang menjadi perhatian pemerintah. 

Padahal pencegahannya cukup dengan memastikan asupan gizi anak tercukupi, terutama konsumsi ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupannya.

"Pemberian ASI secara baik ternyata memiliki korelasi yang sangat kuat dengan upaya pencegahan stunting. Sehingga bayi yang mendapatkan ASI secara benar memiliki potensi 4,8 kali tidak akan mengalami stunting dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI. Ayo kita sama-sama menggerakkan pemberian ASI kepada bayi," kata Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kemen PPPA Ir. Agustina Erni, M.Sc., dalam webinar yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemen PPPA, Kamis (5/8/2021).

Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)
Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)

Agustina menekankan bahwa pemberian ASI juga termasuk hak anak yang harus diberikan orangtua. Selain mencegah terjadinya stunting, ASI juga terbukti mampu mencegah kematian bayi hingga 2 juta jiwa per hari karena mendapatkan nutrisi terbaik sejak lahir.

ASI yang terbukti juga mengandung antibodi untuk melawan bakteri, bermanfaat bagi 50-90 persen anak agar tidak terserang infeksi saluran pernapasan akut dan diare.

"Manfaat ketiga adalah meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Keempat meningkatkan produktivitas kerja dan tentunya juga memberikan rasa percaya diri bagi ibu. Jadi tidak hanya bermanfaat untuk bayi, tapi juga ibu sendiri dan keuntungan tentu lebih ekonomis tidak harus membeli susu," ucapnya.

"Ternyata ASI juga bisa meningkatkan intelegensia dan mempercepat persiapan anak untuk belajar dalam proses pendidikan. Juga telah dibuktikan bisa memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak. Dan ini juga yang penting bagi ibu dengan menyusui secara langsung bisa meningkatkan terhindar dari resiko kanker payudara," jelas Agustina.


Pemberian ASI yang cukup bagi 0ara bayi bukan hanya menjadi tugas ibu. Bahkan juga keluarga, lingkungan, juga pemerintah. Agustina menyampaikan, hal itu menjadi penting lantaran usia anak mendominasi sekitar dua per tiga dari populasi di Indonesia. 

Sehingga, kesehatan mereka saat ini, sangat berpengaruh terhadap masa depan Indonesia juga.

baca juga

Ia menyebutkan, berdasarkan data profil anak Indonesia tahun 2019, jumlah anak Indonesia saat ini mencapai 84,4 juta jiwa atau sekitar 31,6 persen dari total penduduk Indonesia. Jika dikelompokan berdasarkan rentang usia, 0 sampai 4 tahun sebanyak 27 persen. Kemudian usia 5 sampai 9 tahun ada 20 persen.

Usia 10 sampai 14 tahun sebanyak 28 persen dan usia 15 sampai 17 tahun ada 17 persen. 

"Inilah potensi pemimpin kita kedepan yang nanti meneruskan kemajuan dari bangsa kita. Oleh karena itu kita wajib memastikan bahwa mereka mendapatkan hak dan kehidupan yang layak," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Sebab Angka Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia Relatif Rendah

Ini Sebab Angka Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia Relatif Rendah

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 12:25 WIB

Pandemi Covid-19 Bikin Busui Makin Sulit Dibujuk Beri ASI Eksklusif, Ini Penyebabnya

Pandemi Covid-19 Bikin Busui Makin Sulit Dibujuk Beri ASI Eksklusif, Ini Penyebabnya

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Ibu Positif Covid 19 Masih Boleh Menyusui, Simak Tipsnya!

Ibu Positif Covid 19 Masih Boleh Menyusui, Simak Tipsnya!

Video | Kamis, 05 Agustus 2021 | 07:00 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×