Pekan Menyusui Sedunia: Donor ASI Belum Punya Payung Hukum di Indonesia

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 05 Agustus 2021 | 16:55 WIB
Pekan Menyusui Sedunia: Donor ASI Belum Punya Payung Hukum di Indonesia
Ilustrasi ibu menyusui. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Anggota satuan tugas air susu ibu (Satgas ASI) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Wiryani Pambudi mengungkap fakta hingga saat ini belum ada aturan atau payung hukum tentang praktik donor ASI di Indonesia.

Menurut dr. Wiryani, dirinya bersama organisasi profesi dan banyak komunitas menunggu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan aturan tentang donor ASI.

"Kita beramai-ramai sudah memberikan masukan tentang pasal-pasal di dalamnya yang mengatur tentang donor ASI," ujar dr. Wiryani dalam acara temu media Peringatan Pekan Menyusui Sedunia, Kamis (5/8/2021).

Ilustrasi dukungan Ayah dalam proses menyusui. (Shutterstock)
Ilustrasi dukungan Ayah dalam proses menyusui. (Shutterstock)

dr. Wiryani mengatakan apabila aturan donor ASI ini sudah disahkan oleh Kemenkes, semua dokter dan tenaga kesehatan (nakes) di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit bisa memberikan rekomendasi donor ASI dengan jelas.

"Karena akhirnya ada aspek legal yang memayungi kita. Memang ada tahapan yang nampaknya rumit, tapi kalau sudah dikerjakan, itu amat sangat menyederhanakan semuanya," ungkap dr. Wiryani. 

Menurut dia, donor ASI yang direkomendasikan dirinya dan para pakar lainnya tidak menerapkan aturan yang sembarangan, lantaran donor ASI harus berdasarkan kebutuhan medis. 

Para ibu hamil maupun ibu menyusui akan menjalani tes skrining lebih dulu, sebelum menjadi donor ASI.

"Jadi berkelanjutan, penyelamatan melalui donor ASI ini. Bagaimana kita bisa menyediakan ASI donor bermutu yang aman diberikannya sesuai indikasi medis," imbuhnya.

"Jadi kita tunggu bersama-sama, mudah-mudahan tahun ini dikeluarkan tinggal ditandatangan," sambung dr. Wiryani.

baca juga

Sementara itu mengutip situs IDAI, donor ASI bisa berperan sebagai alternatif untuk mendukung ASI Eksklusif, pada ibu yang tidak dapat memberikan ASI eksklusif. 

Donor ASI bisa dijalankan, asalkan disikapi dengan bijaksana, agar benar-benar bisa memberikan manfaat dan bukan sebaliknya. 

Sikap bijak dalam donor ASI perlu dilakukan, mengingat beberapa penyakit dapat ditularkan melalui ASI. 

Sistem donor ASI perlu ditunjang oleh informasi, konseling dan keterampilan memberikan bantuan praktis. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemen PPPA Ingatkan, ASI yang Cukup Bisa Cegah Anak Jadi Stunting

Kemen PPPA Ingatkan, ASI yang Cukup Bisa Cegah Anak Jadi Stunting

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:55 WIB

Monitoring dan Edukasi Ibu Menyusui Penyintas COVID-19

Monitoring dan Edukasi Ibu Menyusui Penyintas COVID-19

Foto | Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:07 WIB

Ini Sebab Angka Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia Relatif Rendah

Ini Sebab Angka Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia Relatif Rendah

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 12:25 WIB

Terkini

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

×