Suara.com - Orang yang divaksinasi mungkin tak akan sepenuhnya terlindungi dari varian delta. Hal ini yang dinyatakan dalam penelitian baru dari Public Health England (PHE) Inggris.
Melansir dari Independent, meskipun suntikan vaksin mengurangi risiko keparahan individu untuk terinfeksi Covid-19, namun hanya sedikit perbedaan dalam beban virus pada orang yang sudah maupun belum divaksin.
“Ini bisa berimplikasi pada daya menular masyarakat, baik yang sudah divaksinasi atau belum,” kata PHE.
Vaksin telah terbukti memberikan perlindungan yang baik terhadap penyakit parah dan kematian akibat Delta, terutama setelah dua dosis. Tetapi ada sedikit data tentang apakah orang yang divaksinasi masih dapat menularkannya kepada orang lain.
"Beberapa temuan awal menunjukkan bahwa tingkat virus pada mereka yang terinfeksi Delta yang telah divaksinasi mungkin serupa dengan tingkat yang ditemukan pada orang yang tidak divaksinasi," kata PHE.

Namun PHE menegaskan bahwa temuan ini masih awal dan masih perlu penelitian berlanjut.
Temuan tersebut menggemakan temuan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang pekan lalu menimbulkan kekhawatiran bahwa orang yang divaksinasi yang terinfeksi Delta dapat dengan mudah menularkannya. Hal ini tentu berbeda dengan varian lain di mana orang yang divaksin mungkin tak akan terlalu menularkan.
“Vaksin ini kurang efektif melawan Delta dibandingkan dengan beberapa varian lain, tetapi ada varian yang lebih mengelak di seluruh dunia. Kami sangat memperhatikan varian ini, tetapi untuk saat ini Anda masih mendapatkan banyak manfaat dengan divaksinasi ganda,” kata Peter Openshaw, seorang profesor Kedokteran Eksperimental di Imperial College London.