alexametrics

Studi: Orang yang Tidak Suntik Vaksin Covid-19 Lebih Berisiko Alami Infeksi Ulang

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Studi: Orang yang Tidak Suntik Vaksin Covid-19 Lebih Berisiko Alami Infeksi Ulang
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Orang yang tak divaksin lebih mungkin alami infeksi ulang.

Suara.com - Telah diketahui bahwa vaksin memiliki peran penting dalam meunurunkan risiko penularan virus corona Covid-19. Dalam penelitian baru, orang yang tidak divaksin dua kali lipat lebih berisiko mengalami infeksi Covid-19. 

Melansir dari MdLinx, orang yang tidak suntik vaksin Covid-19 ditemukan dua kali lebih mungkin mengalami infeksi ulang Covid-19 daripada mereka yang sudah vaksinasi penuh.

Hal ini dinyatakan oleh sebuah studi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC)  Amerika Serikat.

Studi baru ini didasarkan pada 246 orang dewasa Kentucky yang terinfeksi ulang pada Mei hingga Juni tahun ini setelah sebelumnya terinfeksi pada tahun 2020. 

Baca Juga: Sekolah Dibuka di Daerah Berstatus PPKM Level 3-2

Analisis menemukan bahwa orang yang tidak divaksinasi 2,34 kali lebih mungkin terinfeksi ulang dibandingkan dengan orang yang divaksinasi penuh dengan vaksin Pfizer, Moderna atau Johnson & Johnson.

Durasi kekebalan yang didapat dari infeksi masih kurang dipahami dan mungkin dipengaruhi oleh darurat varian yang lebih baru.

Ilustrasi vaksin (pexels.com)
Ilustrasi vaksin (pexels.com)


Misalnya, penelitian laboratorium telah menunjukkan bahwa sampel darah dari orang yang sebelumnya terinfeksi dengan jenis asli Wuhan memiliki respons antibodi yang buruk terhadap varian Beta yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

Salah satu keterbatasan penelitian ini adalah dilakukan sebelum delta menjadi strain dominan di Amerika Serikat. Jadi para peneliti tidak mengetahui kemungkinan pasti mengenai vaksinasi dan infeksi ulang yang terkait dengan varian delta. 

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Cirebon Hanya Tambah Empat Orang, Begini Alasannya

Komentar