Usai Vaksin Kosong, Kini Ada Nakes Salah Suntik Vaskin Covid-19 Dosis Kedua

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 10 Agustus 2021 | 16:55 WIB
Usai Vaksin Kosong, Kini Ada Nakes Salah Suntik Vaskin Covid-19 Dosis Kedua
Ilustrasi Vaksin Covid

Suara.com - Setelah ramai suntik vaksin kosong, kini kesalahan dalam proses vaksinasi Covid-19 kembali terjadi. Seorang perawat dikabarkan memberikan jenis vaksin Covid-19 yang salah pada seorang perempuan.

Ini, karena perawat tersebut tidak memeriksa kartu vaksin penerima sebelum menyuntik. Kejadian ini terjadi di pusat vaksinasi di Sik, Kedah, Malaysia.

Atas kejadian tersebut Departemen Kesehatan Negara (JKN) Kedah mengeluarkan permintaan maaf kepada penerima vaksin Covid-19 dan keluarganya setelah mereka keliru memberikan vaksin yang salah untuk suntikan dosis kedua individu tersebut.

“Kejadian itu dilaporkan pada 5 Agustus pukul 08.25 di Ruang Injeksi 1, PPV Dewan Al Hana, Sik. Penerima vaksin adalah seorang perempuan berusia 58 tahun yang pergi ke PPV untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech,” kata Metro, Direktur Kesehatan Negara Kedah, dr Othman Warijo dilansir dari World of Buzz.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Ia menjelaskan, bahwa kesalahan terjadi ketika perawat menyuntik perawat itu dengan vaksin Sinovac. Kesalahan itu diketahui oleh staf lain dan langsung diinformasikan ke supervisor dan pengelola PPV,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada hari itu, ada lebih dari satu jenis vaksin yang digunakan di aula, yaitu 1.043 suntikan untuk vaksin Pfizer-BioNTech dosis pertama, 141 vaksin Sinovac dosis kedua dan 223 vaksin Pfizer-BioNTech dosis kedua.

Lebih lanjut, Dr Othman mengatakan pemisahan dan rute penerima suntikan ke ruang imunisasi Pfizer-BioNTech dosis pertama, Pfizer-BioNTech dosis kedua dan Sinovac dosis kedua dilakukan agar tidak terjadi kesalahan injeksi vaksin yang berbeda. terjadi.

Ia mengatakan, pedoman penanganan vaksin juga selalu diberikan oleh supervisor perawat sebelum dimulainya sesi imunisasi harian.

“Perawat yang terlibat telah mengakui kesalahan dan secara pribadi telah meminta maaf kepada penerima vaksin. Dia juga telah ditegur, diberikan konseling, dan istirahat dari pekerjaan hari itu, ”katanya.

Adapun perempuan berusia 58 tahun itu, dr Othman mengatakan dia dirujuk ke petugas medis untuk konseling dan mendapat informasi tentang efek samping vaksin yang biasanya terjadi setelah disuntikkan.

“Penerima vaksin menerima informasi yang diberikan dan memaafkan perawat. Penerima vaksin diperbolehkan keluar setelah dipantau,” katanya.

Ditambahkannya, JKN Kedah prihatin dan lebih waspada pasca kejadian agar kesalahan tidak terulang. Ia juga memastikan bahwa kepatuhan terhadap pedoman vaksinasi akan lebih ditekankan kepada staf di PPV dan akan selalu dipantau oleh supervisor atau pengelola PPV.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nakes Suntik Vaksin Kosong Menyesal, Akui Lalai Habis Suntik 599 Orang

Nakes Suntik Vaksin Kosong Menyesal, Akui Lalai Habis Suntik 599 Orang

Kalbar | Selasa, 10 Agustus 2021 | 15:28 WIB

Jadi Tersangka Kasus Vaksin Kosong, EO Terancam Penjara Setahun

Jadi Tersangka Kasus Vaksin Kosong, EO Terancam Penjara Setahun

Jakarta | Selasa, 10 Agustus 2021 | 14:50 WIB

Nasib Nakes Suntik Vaksin Kosong: Diputus Kerja Hingga Dipolisikan

Nasib Nakes Suntik Vaksin Kosong: Diputus Kerja Hingga Dipolisikan

Health | Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:55 WIB

Terkini

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB