Diderita Christina Applegate, Apa Itu Penyakit Multiple Sclerosis?

Vania Rossa

Kamis, 12 Agustus 2021 | 07:06 WIB
Diderita Christina Applegate, Apa Itu Penyakit Multiple Sclerosis?
Christina Applegate didiagnosis multiple sclerosis. (Instagram/@1capplegate)

Suara.com - Aktris Hollywood Christina Applegate belum lama ini mengumumkan bahwa dirinya telah didiagnosis menderita multiple sclerosis. Melalui akun Twitter pribadinya, Christina mengumumkan tentang penyakit yang dideritanya itu.

"Hai teman-teman. Beberapa bulan yang lalu saya didiagnosis dengan MS. Ini adalah perjalanan yang aneh. Tetapi saya sangat didukung oleh orang-orang yang saya kenal, yang juga memiliki kondisi ini. Ini adalah jalan yang sulit. Tapi seperti yang kita semua tahu, hidup terus berjalan," demikian tulis Christina.

Tapi, apa itu multiple sclerosis? Berbahayakah penyakit tersebut?

Dilansir dari Indian Express, multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang susunan saraf pusat, terutama otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik. Penyakit ini bersifat progresif, dan dapat menyebabkan masalah komunikasi antara otak dan seluruh tubuh.

Menurut Dr. Praveen Gupta, director-neurology di Fortis Memorial Research Institute, India, multiple sclerosis bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak muda hingga lansia. Penyakit ini lebih banyak menyerang wanita daripada pria, dan terbanyak berada di kelompok usia 20 hingga 40 tahun.

Pada multiple sclerosis, sistem kekebalan memengaruhi selubung pelindung yang disebut myelin, yang menutupi serabut saraf, dan menyebabkan masalah komunikasi. Pada waktunya, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan atau kemunduran saraf yang sifatnya permanen.

Penderita multiple scleeosis parah mungkin akan kehilangan kemampuan untuk berjalan secara mandiri, sementara yang lain mungkin tidak merasakan gejala apa-apa untuk waktu yang lebih lama tanpa menunjukkan gejala baru.

Gejala
Gejala multiple sclerosis dapat bervariasi, namun yang paling umum adalah mati rasa pada satu atau lebih pada anggota tubuh. Ini biasanya terjadi di satu sisi tubuh pada satu waktu, misalnya pada kaki, menyebabkan kurangnya koordinasi atau gaya berjalan yang tidak stabil.

Ada juga orang yang merasakan sensasi seperti sengatan listrik, yang mungkin terjadi di leher, terutama jika leher ditekuk ke depan. Seseorang yang menderita multiple scleroris kemungkinan akan sering buang air kecil, sembelit, kelelahan, tremor, otot-otot lemah serta kejang.

Beberapa gejala lain dari multiple scleroris adalah penglihatan yang kabur, perubahan emosi serta sulit berkonsentrasi.

Diagnosis
Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis multiple sclerosis. Seringkali masalah ini dikesampingkan lantaran memiliki gejala dan tanda yang sama dengan penyakit lain.

Dokter mungkin akan terlebih dahulu melihat riwayat medis dan menyarankan pemeriksaan seperti tes darah untuk membantu menyingkirkan penyakit lain yang mungkin memiliki gejala yang mirip dengan multiple sclerosis.

Bisa juga dilakukan pengambilan sampel dari tulang belakang untuk analisis laboratorium. Sampel ini dapat menunjukkan kelainan pada antibodi yang dapat dikaitkan dengan multiple sclerosis. Pengambilan sampel du tulang belakang ini juga membantu menyingkirkan penyakit yang mungkin memiliki gejala yang mirip dengan multiple sclerosis.

Selain itu, pemeriksaan MRI dapat mengungkapkan area multiple sclerosis (lesi) pada sumsum tulang belakang atau otak. Bisa juga melakukan tes dengan menggunakan aliran listrik. Melalui tes ini, sinyal listrik dihasilkan oleh sistem saraf Anda sebagai respons terhadap rangsangan, akan direkam. Elektroda mengukur kecepatan informasi mengalir ke jalur saraf.

Pengobatan
Meskipun tidak ada obat yang pasti untuk multiple sclerosis, pengobatan biasanya berfokus pada memperlambat perkembangan penyakit, pemulihan yang cepat dari serangan dan tremor, serta mengelola gejalanya.

Beberapa pilihan pengobatan yang biasa dianjurkan termasuk kortikosteroid untuk mengurangi peradangan saraf. Namun, pengobatan dengan kortikosteroid bisa memberi beberapa efek samping seperti insomnia, peningkatan tekanan darah, dan perubahan suasana hati.

Pertukaran plasma juga bisa dilakukan, di mana plasma dipisahkan dan dikeluarkan dari sel darah di tubuh Anda. Sel darah tersebut kemudian dicampur dengan albumin yang merupakan larutan protein dan dimasukkan kembali ke dalam tubuh Anda. Perawatan pertukaran plasma ini adalah pilihan ketika gejala Anda baru dan parah, dan tubuh Anda belum merespons steroid dengan baik.

Penderita multiple sclerosis mungkin mengalami kekakuan atau kejang yang menyakitkan, terutama di kaki. Relaksan otot dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kekakuan.

Untuk mengurangi kelelahan akibat multiple sclerosis, bisa diberikan beberapa obat yang juga dapat membantu meningkatkan kecepatan berjalan pada beberapa orang.

Obat-obatan juga dapat diresepkan untuk nyeri, depresi, insomnia, dan masalah kandung kemih yang berhubungan dengan multiple sclerosis. Namun tentu saja semua jenis pengobatan harus dikonsultasikan dahulu kepada dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Idap Multiple Sclerosis, Selma Blair Ungkap Mati Rasa Jadi Gejala Awal

Idap Multiple Sclerosis, Selma Blair Ungkap Mati Rasa Jadi Gejala Awal

Health | Rabu, 21 April 2021 | 15:37 WIB

Studi: Alpukat Mungkin Bisa Turunkan Risiko Multiple Sclerosis

Studi: Alpukat Mungkin Bisa Turunkan Risiko Multiple Sclerosis

Health | Rabu, 27 Januari 2021 | 08:00 WIB

Peneliti Temukan Teknologi untuk Deteksi Covid-19, Begini Cara Kerjanya!

Peneliti Temukan Teknologi untuk Deteksi Covid-19, Begini Cara Kerjanya!

Health | Jum'at, 05 Juni 2020 | 15:56 WIB

Terkini

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB