Bisa Sebabkan Kebutaan, Kenali Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Mata Wet-AMD

Yasinta Rahmawati

Kamis, 12 Agustus 2021 | 18:49 WIB
Bisa Sebabkan Kebutaan, Kenali Gejala dan Faktor Risiko Penyakit Mata Wet-AMD
Ilustrasi mata perempuan tua. (Shutterstock)

Suara.com - Age-Related Macular Degeneration (AMD) atau degenerasi makula terkait usia merupakan penyakit mata progresif yang menyebabkan hilangnya penglihatan dengan cepat, bahkan bisa menimbulkan kebutaan.

Penyakit AMD memengaruhi makula, area pusat retina di belakang mata. Makula berperan penting dalam penglihatan sentral untuk membedakan detail saat membaca, menulis hingga melihat wajah seseorang.

Tercatat sebanyak 90 persen dari kasus kehilangan penglihatan berat pada pasien AMD, disebabkan oleh wet-AMD, kondisi lebih lanjut dari AMD.

Wet-AMD ditandai dengan pertumbuhan pembuluh darah abnormal di bawah makula. Pembuluh darah tersebut sangat halus, serta rentan bocor cairan dan darah hingga masuk ke lapisan makula. Gangguan tersebut membentuk jaringan parut yang menghambat fungsi sel retina.

"Jika wet-AMD tidak diobati, akan terjadi kerusakan sel sel photo reseptor secara permanen, jadi penderita akan mengalami kebutaan yang irreversible, permanen tidak bisa kembali ke normal," ujar dr. Elvioza, SpM(K) pada kegiatan media briefing yang diselenggarakan oleh Novartis Indonesia, Kamis (12/8/2021).

Sehingga, penting bagi pasien penderita wet-AMD untuk datang ke dokter sesuai jadwal dan mengikuti arahan dokter.

"Sayangnya, banyak pasien yang baru memeriksakan matanya setelah kondisinya memburuk. Untuk itu, penting mengenali gejala awal wet-AMD sehingga pemeriksaan dini dapat segera dilakukan,” jelas dr. Elvioza.

Karena menyerang makula, yang terancam adalah fungsi penglihatan dari ringan hingga berat. Beberapa gejala dari we-AMD antara lain:

  • penglihatan buram
  • penurunan sensitivitas kontras
  • titik hitam di pusat penglihatan (skotoma)
  • penglihatan bergelombang (metamorfopsia)

Wet-AMD termasuk penyakit degeneratif yang muncul seiring bertambahnya usia. Kelompok lansia berumur 50 tahun ke atas berisiko mengalami penyakit ini. Selain usia, penyakit wet-AMD dipengaruhi pula oleh beberapa faktor risiko lain seperti merokok, pola makan yang buruk, kurang olahraga, paparan sinar matahari, serta riwayat keluarga dengan AMD.

baca juga

Sebagai informasi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa AMD adalah salah satu penyebab kebutaan terbesar secara global. Pada tahun 2020, terdapat 1,8 juta kasus kebutaan global yang disebabkan oleh AMD. Sebanyak 90 persen dari kasus kehilangan penglihatan berat pada pasien AMD, disebabkan oleh wet-AMD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Penyakit Mata Ini Bisa Bikin Hilang Penglihatan

Waspada, Penyakit Mata Ini Bisa Bikin Hilang Penglihatan

Health | Kamis, 12 Agustus 2021 | 15:47 WIB

Peneliti Sebut Merokok Bisa Meningkatkan Potensi Buta Permanen

Peneliti Sebut Merokok Bisa Meningkatkan Potensi Buta Permanen

Batam | Kamis, 12 Agustus 2021 | 13:19 WIB

Pengobatan Tarsorafi Mata Jadi Solusi Hemat Biaya Bagi Pasien Lepra

Pengobatan Tarsorafi Mata Jadi Solusi Hemat Biaya Bagi Pasien Lepra

Health | Selasa, 10 Agustus 2021 | 13:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×