Epidemiolog Ungkap Beda Kondisi Pandemi Covid-19 Tahun Ini dengan 2020 Lalu

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 24 Agustus 2021 | 09:31 WIB
Epidemiolog Ungkap Beda Kondisi Pandemi Covid-19 Tahun Ini dengan 2020 Lalu
Ilustrasi Pandemi Covid-19 (pexels)

Suara.com - Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama 20 bulan. Selama tahun kedua pandemi ini, nampak penambahan kasus positif di dunia lebih cepat daripada tahun lalu.

Kondisi itu terlihat dari penambahan 100 juta kedua kasus positif di dunia hanya dalam waktu 6 bulan. Padahal selama pandemi tahun pertama, butuh waktu satu tahun hingga total kasus Covid-19 di dunia mencapai 100 juta pertama.

Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, mengatakan bahwa kondisi pandemi Covid-19 tahun ini dengan tahun lalu memang telah berbeda. Salah satunya disebabkan adanya berbagai varian baru virus Corona yang dikonfirmasi lebih cepat menular.

"Utama dan pertama adalah varian baru yang bermunculan, yang lebih cepat menular dan juga menurunkan efikasi antibodi, baik pada vaksin maupun pada penyintas. Itu sangat berdampak dan sangat membuat perbedaan percepatan penambahan kasus termasuk dampak dari kesakitan dan kematian Covid-19," kata Dicky dihubungi Suara.com, Senin (23/8/2021).

Ia mengingatkan bahwa virus Corona tersebut sebenarnya bisa dikendalikan dengan tindakan protokol kesehatan, 3T (testing, tracing, dan treatment), juga vaksinasi. Namun, selama ketiga hal itu belum bisa dilakukan secara merata di seluruh dunia, akan sulit pandemi mencapai level terkendali.

Bahkan mungkin hal terburuknya, menurut Dicky, bisa semakin memunculkan berbagai varian baru virus Corona yang lebih berbahaya dari varian Delta saat ini.

"Jadi bahwa kondisinya memang kita belum bisa menyesuaikan, berdampingan dengan situasi Covid-19 saat ini. Karena masalahnya sebagian masyarakat kita masih belum membiasakan dalam menerapkan 5M. Sebagaimana pemerintahan negara di dunia ini aspek 3T masih lemah, dan ditambah belum merata dan memadai vaksinasi," paparnya.

Dalam perkembangannya, infeksi Covid-19 di dunia saat ini total kasusnya telah mencapai 213,19 juta kasus. Total kasus Covid-19 global genap 200 juta pada 4 Agustus lalu, hanya enam bulan sejak kasus dunia pertama kali mencapai 100 juta pada akhir Januari 2021.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arahan Jokowi, Kemenkes Bakal Susun Strategi Hidup Bersama Pandemi

Arahan Jokowi, Kemenkes Bakal Susun Strategi Hidup Bersama Pandemi

News | Senin, 23 Agustus 2021 | 22:43 WIB

Luhut Tegaskan Selama Pandemi COVID-19, PPKM Terus Diberlakukan

Luhut Tegaskan Selama Pandemi COVID-19, PPKM Terus Diberlakukan

Sumsel | Selasa, 24 Agustus 2021 | 05:55 WIB

Menko Airlangga: PPKM Bakal Berlaku Selama Pandemi

Menko Airlangga: PPKM Bakal Berlaku Selama Pandemi

Bisnis | Senin, 23 Agustus 2021 | 21:08 WIB

Terkini

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

5 Pilihan Motor Matic Paling Irit 2026, Ada yang Tembus 60 Km per Liter

Otomotif | Selasa, 29 September 2026 | 07:27 WIB

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

Selasa Pagi, Kualitas Udara Jakarta Masuk 6 Terburuk di Dunia

News | Selasa, 29 September 2026 | 07:17 WIB

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

7 Penyebab Parfum Terasa Menyengat Bikin Pusing di Awal Semprotan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 07:14 WIB

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

News | Selasa, 29 September 2026 | 06:51 WIB

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:46 WIB

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 06:41 WIB

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:34 WIB

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

×